2137
Hits

Jauh dari Laut, Toraja Kembangkan Sektor Perikanan Dengan Budidaya Ikan Nila Hasil Rekayasa Genetika BPPT

Administrator
27 Dec 2019
Layanan Info Publik

 

BPPT, TORAJA UTARA - Pemanfaatan teknologi dan inovasi saat ini terus didorong untuk diimplementasikan dalam berbagai bidang, satu diantaranya sektor pangan. Pemerintah pun menjadikan ketahanan pangan nasional sebagai salah satu program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. 

Untuk mendukung suksesnya program satu ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun berupaya memenuhi ketersediaan pangan, khususnya terkait protein hewani melalui penerapan inovasi teknologi.

 

Sebagai lembaga yang berfokus di bidang kaji-terap teknologi, BPPT kali ini melakukan pengenalan beragam inovasi teknologi di bidang perikanan dan peternakan yang menyasar masyarakat Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

 

Hal ini merupakan salah satu upaya BPPT dalam mendorong peningkatan produktivitas serta pemenuhan ketersediaan pangan di wilayah Indonesia bagian timur. Tentu saja ini menjadi bentuk dukungan BPPT dalam mendorong suksesnya pemerataan pembangunan nasional.

 

Dalam acara 'Sosialisasi dan Pelatihan Teknologi Perikanan Budidaya Ikan Nila Unggul dan Produksi Pakan Ternak', Sekretaris Utama BPPT Dadan M. Nurjaman mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil melakukan inovasi teknologi berupa rekayasa genetika terhadap spesies Ikan Nila.

 

"Yaitu ikan Nila GESIT (Geneticaly Supermale Tilapia) (air tawar), Nila Salina (air payau), Nila Maharsi (air laut) dan berkontribusi pada pengembangan ikan Nila Nirwana (air tawar)," ujar Dadan, di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (26/12/2019).

 

Kabupaten Toraja Utara yang secara geografis terletak jauh dari lautan, memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan budidaya perikanan air tawar meliputi perairan umum, kolam maupun sawah.

 

"Beberapa langkah telah dilakukan untuk mendukung peningkatan produksi perikanan, terutama dengan adanya Balai Benih Ikan di Rantepao yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Toraja Utara, sehingga dapat mendukung kebutuhan benih," tutur Dadan.

 

BPPT pun sangat mendukung pengembangan potensi perikanan dengan melakukan kegiatan sharing informasi teknologi maupun kerjasama lebih lanjut. Seperti yang dilakukan saat ini yakni melalui diseminasi teknologi budidaya perikanan dan peternakan.

 

Diharapkan, pengenalan inovasi teknologi kepada masyarakat Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan ini mampu mendorong pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul seperti yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo (Jokowi)

 

Dadan menjelaskan, inovasi tersebut dilakukan pada spesies nila agar kedepannya bisa meningkatkan nilai perekonomian masyarakat lokal. "Ikan-ikan nila tersebut memiliki berbagai keunggulan yang disesuaikan dengan tantangan lingkungan dan ekonomi yang dihadapi," jelas Dadan.

 

Perlu Sentuhan Teknologi

 

Mengamini pernyataan Sekretaris Utama BPPT, Sekretaris Daerah Kabupaten Toraja Utara, Rede Roni Bare mengakui bahwa keseharian masyarakat di wilayahnya mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan. Meski begitu pihaknya menginginkan produktivitas pada sektor tersebut dapat ditingkatkan. Agar perekonomian masyarakat juga terus membaik.

 

"Meski sudah mengenal konsep mina padi sejak lama, namun butuh sentuhan teknologi, untuk peningkatan produktivitas kedua sektor penggerak ekonomi masyarakat tersebut," tegasnya.

 

Lebih lanjut dikatakan juga oleh Sekretaris Utama BPPT bahwa pada 100 tahun Indonesia merdeka nanti, yakni Tahun 2045 negeri ini akan dianugerahi bonus demografi. Suatu kondisi dimana jumlah usia produktif antara 15 - 64 tahun mendominasi jumlah penduduk secara nasional.

 

Bonus demografi tersebut diyakini Dadan pun akan berlaku di wilayah Toraja Utara. Hal itu menurutnya, harus diiringi oleh penguasaan teknologi. Pada tahun 2045 nanti tambah Dadan, dimana dicitakan Indonesia Maju, menuntut sumberdaya manusia yang mampu melakukan penguasaan inovasi teknologi di berbagai sektor.

 

"Pembangunan sdm yg menguasai inovasi, sekecil apapun termasuk di dalam budidaya pertanian, perikanan, dan lainnya,". Hal ini dapat meningkatkan produktivitas yang berawal dari transformasi ekonomi, yang dalam hal ini melalui penerapan inovasi.

 

"Toraja Utara ini memiliki potensi besar dalam hal budidaya perikanan. Diharap dengan penguasaan teknologi oleh masyarakat Toraja, dapat meningkatkan perekonomian di Toraja utara," pungkasnya. Sebagai informasi, pada pelatihan ini juga diserahkan benih Ikan Nila Unggul sebanyak 20 ribu ekor, Pakan ikan sebanyak 2 ton, dan pakan ternak non ruminansia sebesar 4 ton. (Humas BPPT)