1896
Hits

Kaji Terap Mobil Listrik Kian Mantap, BPPT Fokus pada Batere, Charger dan SPLU (II)  

Administrator
31 Jul 2018
Layanan Info Publik

 

Menko Maritim menyebut bahwa pemerintah sendiri berupaya mengurangi pemakaian bahan bakar fosil, yakni  dengan mendorong pemakaian biodiesel.

 

"Nanti juga di Bogor bagaimana bicara penggunaan biodiesel kita kurangi impor-impor dari luar untuk solar," ungkapnya.

 

Pengembangan mobil listrik tambahnya, diperlukan mengingat pertumbuhan kelas menengah atas di Indonesia cukup besar.

 

“Tiap tahun jumlah kelas menengah di Indonesia naik 1 juta. Jika tidak dikembangkan, maka kebutuhan akan bahan bakar fosil terus meningkat,” urainya.

 

Menko Maritim lalu mengungkap upaya pemerintah yang tengah mendorong pengembangan kawasan ekonomi industri terpadu Bekasi-Karawang-Purwakarta (Bekapur). Dijelaskan olehnya, kawasan tersebut akan digunakan untuk memproduksi mobil listrik.

 

"Mengenai kawasan ekonomi industri terpadu Karawang-Bekasi-Purwakarta dan dengan dibangunnya Patimban, Kertajati, kita harapkan mendukung tumbuhnya industri mobil listrik. Mobil listrik harus kita dorong ke sana," tutupnya.

 

Target Pemerintah untuk Mobil Listrik

 

Sementara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengutarakan bahwa Pemerintah menargetkan pada tahun 2025 nanti sebanyak 20 persen kendaraan yang dijual di Indonesia merupakan kendaraan listrik.

 

Untuk mencapai target tersebut Menteri Perindustrian mengatakan pihaknya akan memberikan insentif berupa penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah atau PPnBM dan pemberian fasilitas dispensasi pajak atau Tax Holiday.

 

"Sekarang yang sedang dikejar adalah penurunan PPnBM. Sehingga dengan penurunan PPnBM para produsen bisa melakukan pre-marketing untuk kendaraan listrik dan mendapatkan volume untuk bisa di produksi," terangnya.

 

Hingga saat ini beberapa industri kendaraan bermotor telah memberikan kerjasama dan mempersiapkan peta jalan untuk produksi, yang akan diimplementasikan saat regulasi dari pemerintah keluar nanti.

 

“Selain itu, saat ini pemerintah sedang menunggu sumber listrik yang renewable, sehingga lebih ramah terhadap lingkungan,” pungkasnya. (Humas/HMP)