3508
Hits

Kecerdasan Buatan "Reborn" di Indonesia

Administrator
26 Oct 2019
Layanan Info Publik

Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, semakin menyentuh keseharian kita.

Bukan robot, bukan mesin canggih yang serba otomatis. Melainkan mulai dari sekedar aplikasi di ponsel cerdas yang memberi kita informasi, seperti peta jalan atau maps. Namun yang lebih advance tentunya kecerdasan buatan dapat diterap di berbagai bidang,  mulai dari kesehatan, farmasi, hingga pada sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Dikatakan Kepala BPPT Hammam Riza, bahwa kecerdasan buatan atau AI, saat ini masih dikuasai segelintir negara. Di Asia sebutnya baru Singapura yang memiliki rencana pengembangan teknologi AI.

BPPT pun sebutnya, menginisiasi dibangunnya AI Innovation Center, untuk mengejar pemanfaatan meningkatkan daya saing Indonesia

BPPT tambahnya, membangun AI Innovation Center ini sebagai upaya pendayagunaan teknologi kecerdasan buatan. 

"Kami akan membuktikan Indonesia juga mampu mengembangkan AI. Project pertama untuk teknologi modifikasi cuaca berbasis kecerdasan buatan. Kita sudah kerjasama dengan BMKG," ungkapnya saat berbicara di hadapan Masyarakat AI Indonesia, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Hammam juga menegaskan negara yang maju saat ini sudah mulai menerapkan AI dalam strategi pembangunannya. Jadi ini saat yg tepat bagi Indonesia untuk memulainya, belum terlalu jauh kita untuk mulai beralih. 

Dirinya lantas menyampaikan, AI bisa menjadi akselerator untuk mencapai 17 Tujuan SDG's (Sustainable Development Goals)

Hammam menambahkan, untuk mengarah ke sana, Indonesia harus bisa mengidentifikasi tantangan dari penerapan AI serta membuat strategi bahkan roadmap dengan objektif yang terukur.

"Jadi kalau kita tidak ingin lagi menjadi konsumen dalam teknologi ini, kita harus bersinergi antar semua pihak mulai dari regulator, lembaga riset, lembaga pendidikan, industri, pasar, hingga end consumer. Intinya kita harus bentuk Ekosistem AI di Indonesia," tegasnya. 

Menutup sambutannya Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan ini semua merupakan suatu langkah dalam mengejar ketertinggalan teknologi, dengan cara melakukan transformasi industri yang digagas oleh Alm. B.J. Habibie, yakni berawal dari akhir dan berakhir di awal. (humasBPPT)