5840
Hits

Kedeputian TAB BPPT Gandeng PT Tri Rahardja untuk Tingkatkan Daya Saing Bahan Baku Obat Alami Indonesia

 

Selain itu, ketersediaan bahan baku ekstrak yang terstandar mutu, keamanan, dan khasiat, juga akan meningkatkan daya saing produk obat alami Indonesia di pasar global, nasional, dan regional. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, telah mendorong perkembangan jenis Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA). Sayangnya, tantangan yang harus dihadapi oleh industri ini berupa penguasaan teknologi ekstraksi dan penguasaan rancang bangun peralatan ekstraksi yang sejauh ini masih tergantung pada peralatan impor.

Saat ini, BPPT melalui Tim Kerekayasaan Obat Alami, Pusat Teknologi Farmasi dan Medika, Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB), telah melakukan pengembangan teknologi ekstrak dan perancangan peralatan ekstraksi hingga skala produksi 2000 liter. Beberapa bahan baku ekstrak tanaman obat juga telah dihasilkan melalui kerjasama dengan Kementerian Kesehatan, dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan ekstrak nasional.

Dalam rangka mendorong peningkatan daya saing bahan baku obat alami Indonesia, BPPT telah melakukan kerjasama dengan PT Tri Rahardja, dalam hal melakukan pengembangan dan penerapan teknologi pemanfaatan tanaman obat Indonesia untuk meningkatkan daya saing produk bahan baku obat tradisional.

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Listyani Wijayanti, mengatakan pengimplementasian sinergi akademisi, bisnis, dan government (pemerintah), atau dikenal sinergi ABG mutlak dilakukan untuk penguasaan dan penerapan teknologi untuk pengembangan produk dan daya saing industri. "Nota kesepahaman ini merupakan penguatan dan perluasan hubungan kerjasama riset yang selama ini telah terjalin antara BPPT dengan PT Tri Rahardja," ujarnya di sela acara penandatanganan Nota Kesepahaman di PT Tri Rahardja (Java Plant), Karanganyar, Jawa Tengah, (13/3).

Listyani juga menyampaikan, kerjasama ini meliputi pengembangan ekstrak terstandar, pengembangan senyawa standar dan metode analisa, pengujian hayati dan praklinik terhadap bahan baku ekstrak, pengembangan teknologi ekstraksi dan karakterisasi, serta desain dan rancang bangun peralatan.

"Kesepakatan bersama ini akan dilaksanakan dalam bentuk pemanfaatan dan penerapan hasil-hasil pengkajian, pemanfaatan sumber daya manusia, tukar menukar data dan informasi, pemanfaatan sarana dan prasarana penelitian, dan konsultansi teknologi," kata Listyani.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Tri Rahardja, Nyoto Wardoyo, menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan produk bahan baku ekstrak berbasis tanaman obat asli Indonesia yang potensinya sangat besar melalui penerapan ilmu dan teknologi. "Dalam waktu dekat, pembahasan dan pelaksanaan kerjasama antara BPPT dengan PT Tri Rahardja akan segera dilakukan," tutupnya. (tw/SYRA/Humas)