5280
Hits

KEIKUTSERTAAN BPPT PADA PEKAN NASIONAL TANI-NELAYAN XIII “ 2011

Administrator
23 Jun 2011
Layanan Info Publik

Acara empat tahunan tersebut berlangsung  dari  18 hingga 23 Juni 2011  dan dihadiri lebih dari 30.000 peserta dari  seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Peserta berasal dari unsur masyarakat petani dan nelayan (Kontak Tani Nelayan Andalan/KTNA) ,  lembaga litbang  yang bergerak di bidang pertanian, industri pertanian, pemerintah dan perbankan. Kegiatan PENAS kali ini meliputi pameran, ekspo pertanian, temu usaha agribisnis,  dan temu wicara.

BPPT, sebagai lembaga pemerintah yang berperan dalam mengkaji dan merepakan teknologi di berbagai bidang, turut berkontribusi dalam PENAS XIII-2011 dengan menampilkan beberapa produk teknologi. Partisipasi BPPT dalam kegiatan PENAS ini merupakan hal yang penting, karena dengan demikian diharapkan masyarakat akan semakin mengenal kiprah BPPT di dalam mendukung swasembada pangan, khususnya dalam  aspek pemanfaatan teknologi di bidang pertanian, jelas Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB).

Pemanfaatan teknologi di bidang pertanian ke depan, akan terkait erat dengan antisipasi terhadap dampak pemanasan global seperti kekeringan, kenaikan suhu, perubahan pola iklim dan pemanfaatan lahan-lahan kritis. Perubahan budaya pelaku pertanian yang semakin dinamis juga menuntut tersedianya teknologi informasi yang mampu menginformasikan harga dan kondisi cuaca terkini, lanjutnya.

Beberapa produk teknologi yang ditampilkan adalah yang selama ini telah dikaji dan dikembangkan untuk mendukung kegiatan peningkatan produktivitas pertanian. Teknologi tersebut antara lain  produk teknologi rekayasa kromosom untuk menghasilkan individu jantan pada ikan nila yang dikenal  dengan nama ikan Nila GESIT, teknologi rekayasa untuk menghasilkan ikan nila yang dapat dibudidayakan di air yang bersalinitas tinggi yang dikenal dengan nama ikan nila SALIN, teknologi penyerentakan birahi pada hewan ternak dengan mempergunakan stimulasi sinar laser dan teknologi slow release fertilizer (SRF).

Teknologi rehabilitasi lahan marjinal dengan mempergunakan Bibit Tumbuh Mandiri (Bituman), teknologi pemanfaatan citra satelit Hyperspektral dalam bidang pertanian, teknologi perbanyakan tanaman secara in-vitro maupun ex-vitro dan teknologi pemanfaatan eceng gondok sebagai media tanam dan pupuk organik juga turut ditampilkan. Selain itu juga terdapat teknologi bio-fertilizer, teknologi bio-pestisida, teknologi pasca panen dan olahan komoditi pertanian, teknologi produksi dan pengolahan rumput laut, rehabilitasi lahan paska tambang melalui aplikasi nutrient block dan Sistem Informasi Geografis untuk Perikanan hasil pengembangan BPPT yang juga turut ditampilkan.

Teknologi produksi ikan air nila monosex jantan GESIT, ikan nila air payau SALIN dan Bibit Tumbuh Mandiri merupakan produk-produk teknologi yang banyak ditanyakan dan diminati. Masyarakatpun sangat antusias mendengar penjelasan mengenai produk-produk teknologi lain yang ditampilkan seperti slow release fertilizer (SRF), teknologi olahan bahan-bahan hasil pertanian dan lainnya. (ptpp/humas)