3441
Hits

Kembangkan Iptek, BPPT - ITI Sepakat Jalin Kerja Sama

Administrator
24 Jun 2020
Layanan Info Publik

 

Dalam rangka menindak lanjuti peningkatan sumber daya manusia serta pengkajian penerapan, dan pemasyarakatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Institut Teknologi Indonesia (ITI) lakukan penandatangan Nota Kesepahaman, Jakarta (24/06).

 

Penandatanganan tersebut bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam pelaksanaan pengkajian, penerapan dan pemasyarakatan iptek. Ini adalah langkah  bersama dalam melakukan inovasi dan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan masyarakat Indonesia.

 

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, sesuai dengan fungsinya, BPPT mempunyai peran penting dalam pelaksanaan kerekayasaan teknologi, kliring teknologi, audit teknologi, difusi dan komersialisasi teknologi, intermediasi teknologi, serta alih teknologi.

 

Dalam melaksanakan peran tersebut, BPPT lanjut Hammam, menjabarkannya dalam visi dan misi serta rencana strategis yang salah satunya adalah bekerja sama dengan universitas dalam melaksanakan pengkajian, penerapan, dan pemasyarakatan teknologi.

 

Selain itu tambah Hammam, BPPT juga berperan besar dalam upaya menghasilkan inovasi untuk penanganan Covid-19. BPPT berdasarkan penugasan dari Menristek/ Kepala BRIN telah membentuk Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan Covid-19 (TFRIC-19) yang beranggotakan seluruh pakar-pakar dari berbagai unsur seperti Pemerintah/Litbangjirap, Industri, universitas, komunitas, dan masyarakat (Penta Helix) yang berperan aktif guna menghasilkan inovasi teknologi untuk penanganan Covid 19.

 

Ini membuktikan bahwa kita mampu membuat produk alat kesehatan secara mandiri tanpa tergantung import. Saat ini BPPT terus berusaha agar inovasi tersebut dapat terhilirisasi secara massif, pungkasnya.

 

Sementara, Rektor ITI Marzan A. Iskandar menyampaikan, sebagai Technology-based Entrepreneur University, ITI juga mengembangkan keswadayaan iptek tepat guna di masyarakat guna menjawab tantangan pembangunan daerah dan nasional.

 

Salah satu program yang sukses dilaksanakan oleh ITI adalah urban farming. Menurutnya, ITI telah menyelenggarakan percontohannya di desa Lengkong, Kabupaten Tangerang sejak tahun 2018. Manfaat urban farming ini adalah untuk merevitalisasi kawasan perkotaan, mereduksi sampah perkotaan, mengedukasi dan memberdayakan masyarakat perkotaan serta menghasilkan inovasi dan pengembangan bisnis hijau.

 

Penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan dapat segera direalisasikan dalam bentuk kerja sama yang lebih detil dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di masing-masing pihak. BPPT dengan seluruh teknologi dan laboratorium skala industri yang sebagian besar ada di kawasan Puspiptek siap bekerjasama dengan Institut Teknologi Indonesia. (Humas BPPT)