4879
Hits

Kepala BNPB: Modifikasi Cuaca Penting Untuk Mitigasi Bencana di Indonesia




"Saya berterima kasih kepada UPTHB yang turut bersama BNPB bahu membahu melakukan upaya penanggulangan bencana yang terjadi. Bahkan saat ini, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bukan lagi sekedar logos dari UPTHB, tapi telah menjadi mitos di masyarakat,"ujar Syamsul.


Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Peran Iptek Dalam Penanggulangan Bencana, Syamsul mengatakan bahwa di Indonesia telah berkembang sedikitnya enam pemahaman terkait bencana. 


"Pemahaman pertama yaitu bencana adalah menyerupai peperangan. Kedua, bencana adalah sebuah produk dari kerentanan. Ketiga, bencana sebagai sebuah krisis dan penuh ketidakpastian, sehingga menurut saya memerlukan crisis of leadership dalam pelaksanaannya. Keempat adalah bencana sebagai produk sosiopolitik ekologi. Kelima, bencana sebagai sebuah peristiwa ilahiyah. Dan keenam, saat ini bencana telah menjadi komoditas kemanusian,"paparnya.


Lebih lanjut Syamsul menerangkan, bencana merupakan sesuatu yang dinamis. Penanggulangan bencana di satu tempat, akan berbeda cara penanggulangannya di tempat yang lain. Untuk itu, sosialisasi penanggulangan bencana perlu dilakukan secara terus menerus, baik kepada masyarakat, para elit politik, pelaku bisnis, bahkan kepada insan media yang menjadi sumber informasi.


"Dalam pelaksanaan penanggulangan bencana, tidak cukup dengan alat yang canggih dan data-data saja. Agar lebih efektif, kita juga perlu memadukan dengan local wisdom yang ada dan berkembang pada masyarakat setempat. Dengan begitu upaya penanggulangan bencana akan berjalan lancar dan efektif,"jelasnya.


Dipenghujung orasinya, Syamsul meminta BPPT untuk mensosialisasikan produk-produk hasil kerekayasaan BPPT yang terkait penanggulangan bencana BNPB. 


"Tugas penelitian jangan sebatas pada produk saja, tapi juga berlanjut ke masyarakat. Semua hasil penelitian BPPT yang terkait penanggulangan bencana akan BNPB pakai. Selamat Ultah UPTHB BPPT!,"ucap Kepala BNPB. (tw/SYRA/Humas)