6045
Hits

Kepala BPPT: Fokus Pada Program Yang Memiliki Dampak Nasional

Administrator
15 Aug 2016
Layanan Info Publik

 

Dipaparkan Unggul bahwa  kaji terap teknologi yang diusung jajarannya saat ini, utamanya fokus dalam tiga bidang teknologi, yakni; Energi, Kemaritiman, serta Pangan. "Tahun ini BPPT fokus dalam kegiatan yang menjadi cita nasional, yaitu untuk mendukung industri nasional, serta peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa. Hal inipun sesuai dengan Program Nawacita Pemerintah dan RPJMN Tahap III 2015-2019," papar Unggul di Auditorium BPPT.

 

Unggul lantas menyebut bahwa saat ini harus diakui bahwa teknologi di Indonesia masih tertinggal dari negara maju. Oleh karena itu pria lulusan Jepang ini menuturkan agar Indonesia tidak melulu hanya riset untuk menghasilkan invensi. 

 

"Yang kita butuhkan adalah inovasi. Jangan hanya riset saja, kalau riset melulu, masih banyak tahapan untuk menuju penerapan. Kita ubah mindset, cari lisensi teknologi yang sudah matang untuk kita reverse engineering agar dapat segera diterapkan di Indonesia," tegas Unggul.

 

Lebih lanjut menghadapi fenomena pemotongan anggaran Kementerian dan Lembaga Pemerintah,  Unggul menuturkan BPPT terus mendorong skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Badan Layanan Umum dan Royalti bagi peneliti. Tahun 2015 penerimaan negara bukan pajak yang diperoleh BPPT mencapai lebih dari Rp 140 miliar. 

 

"Dari beberapa inovasi yang sudah diproduksi massal oleh industri, perekayasa peneliti BPPT telah mengantongi royalti, misalnya dari garam farmasi yang telah di produksi Kimia Farma, BPPT mendapat 1-3 persen dari nilai produknya. Sekali lagi, BPPT fokus pada inovasi bukan sekadar penelitian. Ke depan, BPPT akan terus meningkatkan inovasi dan layanan teknologi," pungkasnya.

 

Sementara, menyikapi pemotongan anggaran tersebut, Anggota DPR Komisi VII, Satya Widya Yudha menyebut peran BPPT dalam pertumbuhan ekonomi sangat signifikan. Satya berpandangan, pemotongan anggaran haruslah mengacu pada kajian mendalam dan perlu dilaporkan ke DPR. 

 

"Penghematan anggaran harusnya memerhatikan kinerja lembaga, apalagi yang berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi," tandasnya. (Humas/HMP)