6673
Hits

KEPALA BPPT: INDONESIA MANDIRI MELALUI INOVASI TEKNOLOGI

Administrator
19 Aug 2010
Layanan Info Publik

{rokbox}images/stories/rri.jpg{/rokbox}

Kita harus mengakui, posisi sistem inovasi Indonesia di dunia belum pada posisi yang menggembirakan. Kita bisa lihat dari kesehariannya, karena sistem inovasi memang mensyaratkan adanya hubungan erat antar satu lembaga dengan lembaga lainnya, bukan hanya sekedar keterkaitan. Misalnya bagaimana hubungan BPPT dengan lembaga litbang lainnya? Atau dengan industri, apa sudah ada kerjasamanya? Lalu bagaimana dengan dukungan pemerintah sendiri? Hal-hal semacam inilah yang baru dimulai di Indonesia, jelasnya.

Dalam setiap kegiatan BPPT selalu menerapkan dalam kerangka sistem inovasi. Dengan adanya hal tersebut, inovasi akan berjalan secara maksimal. Dibutuhkan lingkungan yang kondusif agar sistem inovasi dapat berjalan. Antara pemerintah, lembaga litbang dan industri, harus ada kerjasama yang erat untuk bersama-sama memenuhi demand. BPPT tidak bisa menghasilkan hasil inovasi yang maksimal, tanpa digabungkan dengan lembaga lain yang ada dalam sistem inovasi.

Secara tegas Marzan mengatakan bahwa BPPT sangat termotivasi untuk menjadikan Indonesia bangsa yang mandiri. Indonesia punya sumberdaya alam yang luar biasa dan sumberdaya manusia yang kompeten. Bagaimana Indonesia dapat mengolah sumberdaya alam dengan inovasi-inovasi karya bangsa sendiri, yang akhirnya dapat berkontribusi dalam peningkatan daya saing dan kemandirian, yang pada akhirnya berujung pada kesejahteraan. Pada posisi itulah BPPT termotivasi untuk terus ciptakan inovasi teknologi.

Sejalan dengan visinya, BPPT berusaha untuk menjadi pusat unggulan teknologi di Indonesia, yang dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk masyarakat. Hal ini juga sesuai dengan keinginan Presiden RI, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara inovasi dengan dibentuknya Komite Inovasi Nasional, dimana salah satu tugasnya adalah memberikan rekomendasi tentang bagaimana sistem inovasi dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia.

BPPT berupaya melakukan mitra dengan industri, mulai dari awal kegiatan. Sehingga nantinya inovasi yang dihasilkan, dapat benar-benar termanfaatkan dengan baik dimasyarakat. BPPT telah mempersiapkan beberapa program dalam pengembangan inovasi teknologi ke depan, terbagi ke dalam 12 bidang teknologi. Mulai dari teknologi informasi dan komunikasi, teknologi transportasi, teknologi material hingga teknologi lingkungan dan kebumian, lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut Kepala BPPT juga menyebutkan tentang beberapa inovasi yang dihasilkan oleh perekayasa BPPT yang patut dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, diantaranya yaitu sejak tahun 2001 BPPT telah membantu Kabupaten Jembrana, Bali dalam memperbaiki pelayanan pemerintahan dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Manfaatnya sangat besar bagi Jembrana diantaranya meningkatkan pendapatan daerah sampai 200%. Selain itu, jasa pelayanan masyarakat seperti pembuatan KTP dan SIM dilakukan dalam satu loket. Dalam bidang pertahanan dan keamanan, BPPT juga mendesain panser yang diproduksi oleh PT Pindad.

Harapan saya ke depan agar BPPT dan lembaga penelitian lainnya dapat meningkatkan kerjasama dengan industri. Semua itu tentunya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan teknologi. Selain itu, diperlukan partisipasi dari semua pihak agar sistem inovasi dapat berjalan, tegasnya. (YRA/humas)