3317
Hits

Kepala BPPT: Kemitraan Dengan Industri Merupakan Ibu Dari Inovasi

Administrator
05 Sep 2014
Layanan Info Publik



"Inovasi tidak harus dari hulu. Dengan merekayasa teknologi yang sudah ada dan memberi nilai tambah, itu sudah dapat dikatakan sebagai inovasi. Yang terpenting ialah bagaimana membudayakan riset di masyarakat sehingga masyarakat bisa berinovasi," ungkap Kepala BPPT Unggul Priyanto saat ditemui Media Indonesia di Kantor BPPT, Jakarta. 

Unggul menambahkan nilai jual dari sebuah inovasi bergantung pada sejauh mana inovasi tersebut dapat diaplikasikan. Karena itu, BPPT mendorong para peneliti membuat penelitian di bidang IT dan inovasi yang dinilainya sangat aplikatif ketimbang penelitian keilmuan. 

Di satu sisi, tambah Unggul, inovasi bisa mendorong kemandirian bangsa. Namun, di sisi lain, itu kurang didukung insentif dari pemerintah. Untuk tahun ini saja, anggaran riset hanya Rp12 triliun yang dipakai bersama oleh tujuh LPNK dan Kemenristek dalam mengembangkan riset di Indonesia. Dari jumlah itu, BPPT hanya dijatah Rp800-an miliar per tahun. 

"Jumlah tersebut sangat jauh dari cukup untuk membiayai perkembangan penelitian di Indonesia. Imbasnya, perkembangan teknologi di Indonesia tergolong rendah, yakni kurang dari 1 persen dari total GDP. Sementara, Malaysia 1,5 persen, Singapura 3 persen dan Jepang 6 persen," tutur Unggul. 

Dalam menyikapi fenomena tersebut, Unggul pun sependapat dengan usulan pemerintah untuk menggabungkan lembaga riset dan Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti). 
"Sektor pendidikan berhasil meyakinkan pemerintah bahwa isu pendidikan merupakan persoalan strategis yang perlu perhatian khusus, sehingga APBN untuk pendidikan saja mencapai 20 persen. Apabila riset dimasukkan ke Dikti, peneliti akan mendapat perhatian yang baik dan sekaligus jalan bagi peneliti untuk terhubung dengan dunia akademik," harap Unggul. 

Selain menyepakati usulan penggabungan tersebut, Unggul menyarankan para peneliti agar menjaga kemitraan dengan dunia industri. "Kemitraan dengan industri merupakan ibu dari inovasi. Tanpa sokongan dari dunia industri, akan sulit bagi inovasi untuk dapat berkembang," tutupnya.  (tw/SYRA/Humas)