10964
Hits

KERJASAMA INDONESIA-JEPANG: WUJUDKAN KETAHANAN ENERGI

 

Kunjungan ini juga dalam rangka membicarakan kemungkinan memperkuat kerjasama Indonesia dan Jepang dalam bidang lingkungan hidup, life science, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara dengan efisiensi tinggi dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Seperti kita ketahui, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang cukup besar sehingga sangat disayangkan jika tidak dikembangkan lebih lanjut. Kerjasama ini tidak hanya melibatkan Indonesia dan Jepang saja, tetapi juga negara-negara Asia lain seperti Cina dan Korea yang tergabung dalam Asia Research Area, lanjut Kepala BPPT.

Lebih lanjut Marzan mengatakan bahwa pengembangan kerjasama dalam bidang-bidang yang telah disebutkan tadi tentunya berkaitan erat dengan arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang disampaikannya dalam rapat kerja nasional di Tampak Siring Bali. Presiden SBY sangat mendukung peningkatan pemanfaatan tenaga panas bumi yang dimiliki Indonesia. Bahkan direncanakan Indonesia akan membangun PLTP secara besar-besaran. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam mencapai ketahanan bidang energi yang ditargetkan. BPPT sendiri selama ini telah mengembangkan PLTP skala kecil.

Senada dengan Kepala BPPT, Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olah raga, Science dan Teknologi Jepang, Masaharu Nakagawa mengatakan, Selama ini memang telah terjalin kerjasama yang cukup baik antara Pemerintah Indonesia dan Jepang, namun saya harap kerjasama yang telah ada tersebut dapat lebih ditingkatkan, terutama menyangkut kerjasama bidang energi panas bumi, PLTU batubara dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Baik Marzan maupun Masaharu sependapat mengenai berbagai kendala yang akan dihadapi jika Indonesia ingin membangun PLTN. Kendala yang dihadapi antara lain public acceptance atau persetujuan dari masyarakat Indonesia dalam membangun PLTN. Selain itu kemampuan SDM kita jug masih perlu ditingkatkan agar dapat mengelola tenaga nuklir dengan baik, kata Marzan.

Terkait dengan peningkatan kualitas SDM, menurut Masaharu, Pemerintah Jepang telah merencanakan pembangunan training centre yang ditujukan bagi para peneliti dan teknisi Indonesia untuk mempelajari mengenai penanganan nuklir, terutama menyangkut tingkat keamanannya. Selain itu, menyangkut persetujuan dari masyarakat, Indonesia bisa belajar pada Jepang bagaimana cara Pemerintah Jepang mendapatkan persetujuan dari masyarakat sehingga dapat mengembangkan tenaga nuklir untuk pembangkit listrik.

Adapun tema bahasan dalam kunjungan tersebut adalah mengenai Framework of Asia Research Area (Asia Research Fund) dan Research cooperation in the field of environment, energy, disaster prevention, space, atomic energy. Turut hadir dalam acara Pejabat Eselon I dan II BPPT, serta jajaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Science dan Teknologi Jepang. (YRA/humas)