4310
Hits

Kolaborasi Riset Indonesia Tiongkok, Hadirkan Laboratorium Bioteknologi Kerjasama BPPT dan Zhejiang University

 

“Kami dengan Universitas  Zhejiang dan industri VLand Biotech di Qingdao, akan kerjasama dalam penerapan enzym untuk pakan guna meningkatkan kesehatan ternak, dan pupuk berimbang dalam satu produk sehingga tidak perlu berbagai tahapan pemupukan di lahan. Juga nantinya untuk kerjasama akan meluas ke bahan baku obat herbal juga stemcell,” ungkap Deputi TAB dalam dalam acara Forum Kerja Sama Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi Indonesia - Tiongkok di Auditorium Ristekdikti Senayan, Jakarta, pagi tadi.

 

Pada kesempatan inipun, Deputi TAB juga memaparkan inovasi teknologi enzym BPPT yang telah digunakan oleh industri, seperti penyamakan kulit dan percepatan perkembangan benih, kepada Delegasi Tiongkok dan peserta Forum Kerja sama Iptek dan Inovasi Indonesia-Tiongkok.

 

“Kami ingin melalui kerjasama riset ini dapat lebih menghasilkan inovasi yang mampu diterapkan oleh industri dalam negeri, demi kemandirian nasional,” tutur Eniya.

 

Sementara dalam sambutan acara Menristekdikti Mohamad Nasir meyakini bahwa dengan memperkuat kolaborasi dalam bidang Iptekin dan Dikti antara Indonesia dan Tiongkok, sebagai Negara dengan jumlah penduduk terbesar pertama dan keempat di dunia, kedua Negara akan dapat menjadi pioneer dalam pengembangan iptek dan inovasi dunia.

 

“Sebanyak 150 peserta hadir dalam kegiatan strategis ini dengan rincian sekitar 60 delegasi Tiongkok dan selebihnya delegasi Indonesia yang berasal dari LPNK,  Perguruan Tinggi maupun pemerhati Iptekin lainnya,” ujar Menristekdikti.

 

Pada tahun mendatang, kedua pihak telah mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama baru seperti program "high speed railway research center" dan "joint center of ocean science and technology", dengan vocal point adalah Institut Teknologi Bandung (ITB).

 

Pada tahun ini, kedua pihak (Indonesia dan Tiongkok)  juga sepakat menambah kerja sama dalam bidang 'port construction' yang di Indonesia dibidani oleh ITB, pengembangan Science Techno Park dengan vocal point Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Kemenristekdikti,  dan penggunaan teknologi nuklir untuk maksud damai,  yang perjanjiannya akan ditanda tangani pada High Level Meeting on People Exchange Mechanism (HLM PEM) 3 di Solo, 28 November 2017.

 

Diyakini kontribusi kerjasama IPTEKIN Indonesia dan Tiongkok ini akan membawa manfaat bagi peningkatan pembangunan maupun kehidupan kualitas masyarakat tidak hanya bagi kedua Negara,  tetapi juga untuk dunia. (Humas/HMP)

 

Lihat berita foto kegiatan ini di sini