9737
Hits

LAUNCHING OF INDONESIA TECHNOLOGY NEEDS ASSESSMENT

Penyusunan dokumen TNA di Indonesia yang merupakan bagian dari pekerjaan Working Group Transfer Technology (WGTT), untuk perubahan iklim ditugaskan oleh Menneg Lingkungan Hidup dan Menneg Ristek kepada BPPT sebagai Koordinator. Sebagai informasi, dokumen ‚Technology Needs Assessment (TNA) Indonesia tentang Mitigasi‚, berkaitan dengan perubahan iklim telah selesai disusun oleh Working Group Transfer Technology (WGTT) yang segera akan diluncurkan.

Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar dalam sambutannya menyampaikan penghargaan yang tinggi atas kerja keras dan upaya yang terus menerus kepada GTZ sebagai pihak sponsor, tim studi TNA serta seluruh pihak yang telah memberi masukan dan saran atas suksesnya studi TNA di Indonesia.

Kepala BPPT juga mengatakan bahwa perubahan iklim yang terjadi secara global telah memaksa kita mau tidak mau untuk dapat mengubah pola tingkah laku kehidupan kita dalam hal produksi dan konsumsi. Kita harus mencari cara bagaimana proses produksi dan konsumsi kita menggunakan cara-cara yang dapat mengurangi produksi gas rumah kaca terutama karbon dioksida yang menjadi penyebab utama timbulnya pemanasan global yang pada gilirannya menyebabkan perubahan iklim. Umat manusia dari waktu ke waktu menemukan dan memanfaatkan teknologi yang semakin memberikan tingkat kenyamanan hidup yang lebih tinggi.

Akan tetapi teknologi yang dihasilkan tersebut diperoleh dengan konsumsi energi yang semakin besar. Dengan semakin besarnya pemakaian energi tersebut akan semakin besar pula gas rumah kaca (CO2) yang dikeluarkan ke atmosfir. Dampak lanjutannya adalah perubahan iklim bumi saat ini dihadapkan pada pilihan untuk menyelamatkan satu-satunya ekosistem bumi dari kehancuran dengan penerapan teknologi yang tepat guna untuk melakukan mitigasi dampak perubahan iklim. Kita harus mencari teknologi yang tepat yang dapat mengurangi dampak perubahan iklim dan pemanasan global. Pada acara ini juga dilakukan presentasi TNA sektor Energi, Industri, Transportasi, Limbah, Pertanian, Kehutanan dan Kelautan.( Ib/humas)