8675
Hits

MARKPLUS INSTITUTE : SETIAP UNIT KERJA BPPT PERLU MEMILIKI LINK DENGAN INDUSTRI

Administrator
24 Nov 2009
Layanan Info Publik

Hal itu dikatakan Komisaris Bank Danamon Krisna Wijaya dalam presentasinya pada acara In House Training Menarik Minat Pihak Bank Terhadap Investasi Produk-Produk BPPT di Jakarta (19/11). ‚Bank Umum, Anjak Piutang, Leasing, Modal Ventura dan Pasar Modal adalah contoh-contoh dari lembaga keuangan yang ada di Indonesia‚, katanya.

‚Secara sistem, memang tidak memungkinkan bagi lembaga perbankan membiayai project yang bersifat penelitian teknologi. Perbankan hanya bisa memberikan kredit kepada PT/CV, Koperasi, Badan Usaha, atau perorangan‚, katanya. Dilihat dari sifatnya, Krisna menambahkan, BPPT akan lebih tepat menggunakan Modal Ventura untuk pembiayaan.

Modal Ventura adalah suatu investasi dalam bentuk pembiayaan berupa penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan sebagai pasangan usaha dalam jangka waktu tertentu. ‚Modal ventura ini difokuskan untuk kegiatan pembiayaan yang bersifat inovasi baru di bidang teknologi untuk berbagai sektor‚, lanjut Krisna. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan RI No 1251 yang dalam isinya adalah antara lain Perusahaan Modal Ventura dapat membantu permodalan maupun bantuan teknis yang diperlukan calon usaha atau usaha yang sudah berjalan guna pengembangan suatu penemuan baru dan pengembangan berbagai penggunaan teknologi baru dan alih teknologi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

In House Training yang diselenggarakan oleh BPPT Enjiniring (BE) dan Biro Perencanaan BPPT berlangsung sehari, dihadiri oleh para wakil dari seluruh unit kerja di lingkungan BPPT. Kepala BE Y. Sumaryanto mengatakan bahwa tujuan kegiatan adalah agar reseacher tahu cara menyampaikan apa yang sudah dilakukan BPPT kepada masyarakat.

Pada acara tersebut, salah seorang nara sumber dari Markplus Institute of Marketing Hubert Widiastono memberikan gambaran kepada para peserta tentang susunan outline business plan yang memenuhi kriteria para investor.

Hal tersebut senada dengan pendapat Chief Executive Training Division Markplus Institute of Training Yuswohady yang menjelaskan bahwa dalam pembuatan proposal, para peneliti seringkali melupakan faktor terpenting yang diinginkan oleh investor. ‚Aspek pasar, aspek finansial dan aspek produk merupakan aspek penting yang sebetulnya ingin diketahui oleh para investor sebelum menggelontorkan modalnya‚, katanya.

Dalam presentasinya yang berjudul Developing an Impressive Proposal, Yuswohady menjelaskan tentang proposal seperti apa yang menarik perhatian dan memenuhi keinginan dari investor. ‚ Proposal itulah yang nantinya akan dilirik, diminati dan disetujui‚, katanya.

Secara jelas Yuswohady mengatakan bahwa BPPT, untuk setiap unit kerjanya, harus memiliki link dengan industri-industri terkait. ‚Dengan adanya komunikasi antara BPPT dengan industri, nantinya akan menciptakan keselarasan antara apa yang dikerjakan dengan apa yang sedang dibutuhkan‚, tegasnya. (YRAI/humas)