5080
Hits

MEMAKSIMALKAN FUNGSI TSUNAMI EARLY WARNING SYSTEM

Indonesia memang punya buoy tsunami yang diletakkan di daerah Sumatera. Namun alat pendeteksi tsunami bawah laut tersebut tidak terpasang di dekat Pulau Pagai, Mentawai. Pemasangan buoy justru dilakukan persis di depan Pulau Siberut yang berkoneksi langsung dengan Kota Padang. Hal tersebut didasari atas pertimbangan riset para geolog yang menyimpulkan di sekitar Pulau Siberut berpotensi terjadi gempa besar, jelas Kepala Balai Teknologi Survey Kelautan (BTSK) BPPT, Yudi Anantasena, Selasa (26/10).

Gempa justru terjadi di wilayah yang selama ini tidak diduga, yaitu Mentawai. Dan saat tsunami terjadi memang sedang dilakukan perawatan terhadap Buoy Indonesia karena sensornya hilang. Buoy terdekat dengan Mentawai adalah dua buoy milik Jerman yaitu buoy Sumatera 3 yang jaraknya sekitar 140 km dari sumber gempa dan Sumatera 4 yang jaraknya 165 km. Tetapi kedua buoy Jerman tersebut belum terkoneksi dengan sistem kita, sehingga kita tidak bisa mengetahui hasil pantauan buoy tersebut, lanjutnya.

Pemasangan Buoy sendiri sampai saat ini menurut Yudi, sudah ada 6 Buoy Jerman yang terpasang dan 4 Buoy Indonesia. Idealnya, dengan kondisi lempengan geografis Indonesia yang rawan gempa, buoy tsunami seharusnya dipasang sangat rapat setiap jarak 200 km di sepanjang pusat gempa dari pesisir barat Sumatera, selatan Jawa, selatan Nusa Tenggara, utara Sulawesi, hingga utara Papua.

Kenyataannya, buoy yang terpasang di Sumatera contohnya, berjarak hampir 300 km dan tidak semua wilayah tercover dengan teknologi ini. Tidak hanya terkendala harga yang mahal, sekitar 3 Miliar per buah, namun juga terkadang buoy yang sudah dipasang pun seringkali hilang dicuri ataupun rusak, katanya

Yudi menghimbau kepada semua orang yang beraktivitas di laut, jika menemukan bouy tsunami agar dapat menjaga dan tidak mengambilnya karena alat ini menyangkut keselamatan banyak orang. Gempa dan tsunami tidak dapat kita prediksi. Selain itu karena tsunami merambat sangat cepat dari pusat gempa, begitu terasa ada gempa masyarakat sebaiknya menjauh dari pantai. (YRA/humas)