4499
Hits

Menko PMK Puan: Science Techno Park Wajib Bermanfaat, Bukan Sebagai Ajang Pengadaan Barang dan Jasa

Administrator
08 May 2015
Layanan Info Publik

 

"Pembangunan STP merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden RI Joko Widodo, yaitu melakukan pembangunan ekonomi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Jadi, keberadaan STP bisa mengembangkan riset-riset yang hasilnya dihilirkan kedunia industri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Puan Maharani.

 

Puan Maharani berpesan agar para peneliti jangan hanya meneliti saja, tapi mengaplikasikan penelitiannya untuk kepentingan masyarakat. Dia memerintahkan agar para peneliti melakukan riset yang bisa langsung diaplikasikan kepada masyarakat dan dapat memajukan bangsa Indonesia kedepannya.

 

"STP merupakan sebuah terobosan untuk mengatasi kelemahan Iptek dan inovasi di Indonesia. Oleh karena itu, pembangunannya tidak hanya mementingkan infrastruktur saja, tapi juga memperhatikan kemampuan sumber daya manusianya," ujar Puan Maharani.

 

Dia juga menyampaikan agar semua kementerian, lembaga dan pihak terkait lainnya bergotong royong untuk membangun STP. Mari bersama-sama membangun Indonesia yang berbasis sains dan teknologi.

 

"Saya meminta agar mulai menentukan siapa yang bertanggung jawab atas pembangunan STP, apakah pusat atau daerah. Sebab, saya ingin STP bisa bermanfaat bagi masyarakat dan tidak hanya menjadi pengadaan barang dan jasa saja," tegas Puan Maharani.

 

Dalam peluncuran program 100 STP ini, dilakukan penandatanganan komitmen kesiapan pembangunan STP yang dikembangkan oleh Kemenristek Dikti. Di antaranya Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Batan, BPPT, LIPI serta dengan pemerintah kabupaten dan kota serta dengan perguruan tinggi.

 

BPPT sendiri mendapat mandat untuk melakukan pendampingan terhadap sembilan ScienceTechno Park. Di antaranya tujuh Technopark, satu National Science Park dan satu Maritime Science Park yang khusus untuk menangani penelitian tentang maritim. (Humas)