7879
Hits

OPTIMIS E-VOTING 2014

‚Semua program BPPT dibuat berdasarkan technology roadmap yang kita buat. Untuk bidang TIK, kita mendukung gerakan pemerintah tentang SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) atau e-KTP dan gerakan e-government yang dicanangkan pemerintah yang kemudian diimplementasikan ke daerah melalui e-development‚, ungkap Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) BPPT, Tatang A Taufik diruang kerjanya, Senin (19/04).

Tatang mengatakan, sejak tahun 2004 BPPT telah mendampingi KPU dalam proses perhitungan suara pada Pemilihan Umum. Kerjasama tersebut juga berlanjut pada Pemilu 2009. ‚Dari situ berkembang wacana untuk melakukan pemilihan secara elektronik atau e-voting untuk Pemilu 2014 nanti. E-voting ini akan berkaitan erat dengan e-KTP yang juga sedang kita kembangkan‚.

Menurut Kepala Program SIAK, Husni Fahmi, terdapat beberapa keuntungan yang didapat dalam penggunaan sistem e-voting, diantaranya adalah penghitungan suara yang lebih cepat, penghematan pencetakan surat suara, pemungutan suara lebih sederhana dan peralatan yang dapat digunakan berulang kali untuk Pemilu dan Pilkada. ‚Berdasarkan data KPU, metode pemilu selama ini digunakan sangat mahal, pada Pemilu 2009 lalu saja menghabiskan biaya lebih dari Rp 3 triliun. Dengan sistem e-voting ini tentunya angka itu akan jauh berkurang, karena berbagai keperluan logistik seperti kertas suara tidak diperlukan lagi. Berdasarkan pengalaman di Jembrana, penggunaan e-voting ongkosnya hanya dua per tiga dari metode mencoblos atau mencentang‚.

Senada dengan Husni, Bowo Prasetyo, Group Leader program e-voting juga mengungkapkan bahwa terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki e-voting bila dibandingkan dengan pemilihan umum secara konvensional. ‚Keunggulan e-voting antara lain akurasi yang lebih tinggi, privasi lebih terjaga, dan perhitungan hasil dapat diketahui dengan lebih cepat‚.

‚Faktor keamanan dan privasi pun turut menjadi perhatian bagi kami. Masalah utama dalam e-voting ini adalah apakah pemilih percaya atau tidak dengan sistem ini? Karena itulah suatu sistem e-voting harus memenuhi syarat-syarat yang dapat meyakinkan masyarakat bahwa sistem ini memang aman dan terpercaya. Syarat-syarat tersebut antara lain e-voting harus dapat memastikan bahwa suara pemilih telah dicatat dan ditabulasikan dengan perhitungan matematika, pemilih mendapatkan bukti pemungutan suara yang dibubuhi digital signature oleh panitia pemungutan suara, sistem ini memastikan suara telah dihitung dan hanya diketahui oleh pemilih, sistem harus diaudit oleh lembaga independen agar pemilih dapat memverifikasi suara telah dipungut dengan benar dan dihitung dengan benar pula‚, kata Bowo.

‚Dari sisi teknologi, kami di BPPT akan berusaha semaksimal mungkin menyiapkannya, selain juga memberikan rekomendasi-rekomendasi teknis tentang apa saja yang perlu dipersiapkan guna menunjang kelancaran e-voting tersebut‚, ungkap Tatang dengan optimis. (YRA/humas)