6128
Hits

PENGANUGERAHAN TERTINGGI BAGI PENDESAIN CHIPSET

Administrator
30 Sep 2010
Layanan Info Publik

{rokbox}images/stories/bjhteko0.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/bjhteko1.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/bjhteko3.jpg{/rokbox}

Untuk ketiga kalinya sejak pertama kali diadakan 2008 lalu, BPPT kembali memberikan penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) kepada pelaku teknologi yang berjasa kepada bangsa Indonesia dalam berinovasi dan berkreasi untuk menghasilkan karya nyata di bidangnya masing-masing. Tahun 2010 ini, BJHTA diberikan kepada Eko Fajar Nurprasetyo, pendiri industri desain chipset pertama di Indonesia. Tahun ini juga merupakan kali pertama BJ Habibie dapat menghadiri langsung pemberian award, yang didedikasikan dengan menggunakan namanya.

Penghargaan BJHTA adalah salah satu upaya BPPT untuk memberikan dorongan timbulnya hasrat inovasi dan penciptaan teknologi kepada para pelaku teknologi berprestasi. Penghargaan ini adalah penghargaan tertinggi kepada insan pelaku teknologi yang berjasa kepada bangsa dan negara Indonesia dalam berinovasi dan berkreasi menghasilkan karya nyata di bidang teknologi.

Kemajuan suatu bangsa diukur dari daya saing dan kemandiriannya yang tergantung pada penguasaan ilmu pengetahuan dan inovasinya. Dengan demikian, kemajuan suatu bangsa tergantung pada para pelaku teknologi baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya. BPPT selaku institusi yang bertangung jawab terhadap perkembangan dan pemanfaatan teknologi, memandang sangat perlu adanya penghargaan bagi pelaku teknologi yang berprestasi secara luar biasa karena itu BPPT menggelar Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award 2010, ungkap Kepala BPPT Marzan A Iskandar saat acara pembukaan BJHTA, Selasa malam (28/09).

Dengan adanya penghargaan ini, kata Kepala BPPT, diharapkan akan dapat memberikan dorongan serta menginspirasi pelaku teknologi lainnya diseluruh tanah air (Indonesia), untuk terus menghasilkan inovasi-inovasi teknologi. Kesemua hasil-hasil inovasi teknologi, akan dapat meningkatkan daya saing nasional dan menciptakan kemandirian bangsa, lanjutnya.

Menurut Eko, sesaat setelah menerima penghargaan, mengatakan sudah sejak lama dirinya memliki cita-cita untuk membuat chip khusus Indonesia. Semiconductor (chip) pada umumnya, atau IT pada garis besarnya, merupakan teknologi infrastruktur yang perlu dikuasai oleh setiap negara maju. Saya ingin menjadikan Indonesia negara yang kuat dalam bidang semiconductor sepertihalnya Jepang dan Taiwan.

Award ini saya dedikasikan kepada semua ilmuan di tanah air, yang telah mendedikasikan dirinya untuk terus mengembangkan dan mendalami kemampuan ilmu mereka. Ini juga merupakan pesan kepada seluruh teknolog dan generasi muda, untuk terus berkarya dan berinovasi, ucap Eko. (YRA/humas)