7068
Hits

PENGUASAAN TEKNOLOGI KUNCI UNTUK KEMANDIRIAN BANGSA

Administrator
24 Aug 2010
Layanan Info Publik

Untuk tahun 2010 ini, BPPT telah menetapkan tiga program prioritas atau yang dikenal dengan sebutan quickwins 2010, yakni e-government, survei migas lepas pantai dan layanan teknologi.

Untuk e-government, BPPT mendukung penerapan SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) yang diluncurkan Kementerian Dalam Negeri agar tuntas 2011. Selain itu BPPT juga mempromosikan penggunaan sistem pemilihan elektronik atau e-voting, pada pemilu mendatang. Sedangkan untuk survei migas, dengan menggunaan Kapal Baruna Jaya II milik BPPT yang sudah dilengkapi dengan data seismic, mampu menghemat penggunaan devisa atas sewa kapal luar negeri sebanyak 30%, bahkan dengan dengan kualitas data yang lebih baik, paparnya.

Dalam hal pelaksanaan reformasi birokasi di BPPT, menurutnya, BPPT sudah mulai menerapkan reformasi birokrasi secara konsisten dan berkesinambungan sejak 2008 lalu. Dilihat dari dimensi administrasi, persyaratan yang telah kita (BPPT) berikan sejak mulai dicanangkan RB 2008, telah mendapat penilaian baik dari tim independen. Terbentuknya tim RB BPPT, juga merupakan salah satu bukti pemenuhan dimensi komitmen BPPT dalam melaksanakan RB. Tim RB tersebut kita bagi kedalam dua tim, yakni Tim Pembangun Sistem dan Tim Implementator.

Secara jelas Marzan mengatakan bahwa pengimplementasian RB di BPPT sudah menunjukkan hasil-hasil yang positif, diantaranya adalah Lakip 2009-2010 BPPT yang mendapat predikat 10 besar dan Opini WTP untuk LKKL 2009, serta prestasi menggembirakan dari dua pegawai BPPT yang mendapat predikat PNS berkinerja luar biasa dari BKN. Kesemua contoh tersebut merupakan indikator-indikator yang menunjukkan BPPT berhasil menerapkan RB, tambahnya.

Kemandirian Teknologi

Indonesia harus mampu menguasai teknologi kunci. Misalnya karena Indonesia adalah negara maritim, maka kita (bangsa Indonesia) harus bisa menguasai teknologi kemaritiman. Dengan memahami karakteristik sumberdaya alam Indonesia, maka kita dapat mengolahnya sesuai dengan karakteristik sumberdaya manusia yang dimiliki.

Lebih jauh Marzan mengatakan, Indonesia terkadang cenderung tidak mempercayai kemampuan yang dimiliki. Oleh karenanya perlu dukungan kuat pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mengaktualisasikan diri, imbuhnya.

Di usia ke 32, BPPT diharapkan dapat menjembatani kerjasama antar pihak terkait, untuk bersama-sama dan bahu membahu meningkatkan kemandirian, menumbuhkan daya saing produk industri serta memaksimalkan pelayanan publik instansi pemerintah. (YRA/humas)