7605
Hits

PENGUATAN SID SEBAGAI PENGUNGKIT PERKEMBANGAN EKONOMI DAERAH

Administrator
19 May 2011
Layanan Info Publik

Sebagai langkah nyata dukungan Pemkab Gunungkidul dalam penguatan SID, Badingah menjelaskan bahwa telah dipersiapkan Tim Strategis Penguatan SID Gunungkidul yang akan menjadi mitra BPPT dan secara bersama-sama akan mempersiapkan penyusunan agenda, pelembagaan dan pengorganisasian, monitoring serta evaluasi pelaksanaan penguatan SID.

Mendukung niat baik dari Pemkab Gunungkidul, Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT), Tatang A Taufik mengatakan bahwa penguatan SID memiliki kontribusi yang sangat besar dalam Sistem Inovasi Nasional (SIN). Indonesia tidak mungkin mempunyai SIN yang kuat bila SID dalam konteks teritorial tidak kuat.  Demikian juga bila klaster industrinya dalam konteks sektoral juga tidak kuat, ungkapnya.

Komitmen tinggi dalam jangka panjang, prinsip kolaboratif sinergis dan menjadi gerakan bersama merupakan syarat penting dalam kerjasama penguatan Sistem Inovasi Daerah atau SID. Hal ini tentu saja karena kompleksitas dan keragaman sumberdaya yang dibutuhkan sehingga diperlukan adanya keterpaduan banyak pihak untuk melakukan prakarsa penguatan sistem inovasi dan pengembangan teknoprener, jelas Tatang.

Tentang potensi yang dimiliki, Tatang mengatakan bahwa Indonesia sangat kaya dengan potensi-potensi yang tidak dimiliki negara lain. Seperti indigenous technology, dan keanekaragaman hayati yang masih perlu dikembangkan secara bersistem ke depannya. Bagaimana cara kita mengembangkan semua potensi yang dimiliki tersebut? Yaitu dengan merubah mindset dancara pandang semua pihak dalam kerangka sistem inovasi untuk bekerjasama bukan hanya bekerja bersama-sama, jelasnya.

Dalam penguatan SID terdapat 6 Agenda (heksagon) yang merupakan elemen kerangka kebijakan sistem inovasi dan dalam penerapannya disesuaikan dengan konteks daerah.  Bila Pemerintah Daerah menyatakan komitmen dengan hal ini, BPPT siap menjadi mitra daerah dalam penguatan sistem inovasi. Mudah-mudahan ke depan Gunungkidul dapat menjadi contoh sukses (success story) dalam implementasi SID, tegas Tatang.

Dalam rangkaian acara Pencanangan SID, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama  Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Teknologi antara Bappeda Kabupaten Gunungkidul dengan Balai Inkubator Teknologi (BIT) BPPT. Selain itu dilakukan pula diskusi tentang Adopsi Kerangka Kebijakan Inovasi dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Kab.Gunungkidul (RPJMD) dan penyusunan Matrik Rencana Tindak Penguatan Sistem Inovasi Daerah.

Sebelumnya pada Rabu (11/5) juga telah dilakukan workshop tematik tentang Perbaikan Regulasi dan Penyiapan Kebijakan Kondusif untuk Peningkatan Investasi dalam Kerangka Sistem Inovasi Daerah, dan Jumat (13/5) dilakukan workshop tematik tentang Pengembangan Klaster Industri dengan melibatkan stakeholder.

Kedepannya klaster industri batu menjadi prioritas yang akan dikembangkan. Hal ini karena industri batu menjadi kompetensi inti daerah dan pengembangannya sejalan dengan kebijakan pengembangan industri nasional yang berbasis kompetensi inti daerah. (DS/pkt/KYRAS/humas)