8650
Hits

PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PETANI MELALUI SENTRA TERMINAL AGRIBISNIS DI KENDARI

Melihat kondisi tersebut, Kota Kendari sebagai salah satu penghasil komoditas pertanian terutama kacang mete menyadari betul bahwa pengelolaan hasil produksi pertanian di ibu kota Sulawesi Tenggara tersebut harus dikaji dan dibuatkan rencana teknis tata niaganya secara komprehensif. Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemerintah Kota Kendari menggandeng BPPT untuk membuat suatu kajian yang bertujuan untuk memberikan rekomendasi, arahan pelaksanaan dan pedoman kelembagaan sebuah pusat perniagaan komoditas pertanian yang kemudian disebut dengan Sentra Terminal Agribisnis.

Dimulai sejak tahun 2004, BPPT melalui Pusat Pengkajian Teknologi (PKT) berupaya menyusun rencana teknis Sentra Terminal Agribisnis (STA) Kota Kendari yang saat itu diproyeksikan menjadi pusat perniagaan hasil pertanian Kota Kendari. Lokasi STA yang menjadi rekomendasi BPPT terletak di BWK III yang sangat ideal diperuntukkan untuk fungsi perdagangan dan transportasi air dan darat. Rencana pengembangan fisik STA meliputi zoning kawasan, sistem pergerakan transportasi, masa bangunan, pola penghijauan, sarana prasarana, dan site plan yang dipresentasikan dalam bentuk output gambar teknis. Pembangunan fisik telah berhasil dilakukan oleh Pemerintah Kota Kendari dengan pendampingan BPPT. Saat ini STA yang tepatnya berlokasi di tepi Jalan Raya Konggo Asa, dekat dengan pasar tradisional dan pelabuhan teluk Kendari tersebut dikoordinasikan dan dikelola sepenuhnya oleh Dinas Pertanian Kota Kendari.

Signifikansi dari beroperasinya STA bagi petani di Kendari adalah dalam aspek kemudahan pemasaran komoditas pertanian terutama kacang mete dan kakao karena dikonsentrasikan pada satu lokasi yang sangat strategis sehingga memperpendek waktu dan jarak transaksi perdagangan antara petani dengan pembeli. Selain itu petani diuntungkan dengan tersedianya fasilitas pengolahan komoditas hingga menjadi produk final di STA tersebut. Petani mendapatkan keuntungan yang berlipat sehingga kualitas hidupnya pun meningkat. ‚Bahkan sudah ada petani yang memiliki empat mobil angkut sejak beroperasinya STA‚, seperti dipaparkan Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari. (Supriana)