1717
Hits

Penuhi Kebutuhan Air Minum, Ponpes Al-Ikhlas Sambut Baik Teknologi Arsinum BPPT

Administrator
30 Sep 2019
Layanan Info Publik

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyerahkan satu unit mesin instalasi penjernih air siap minum (Arsinum) kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ikhlas Lambuya, Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) (30/09).

 

Inovasi Teknologi BPPT ini mampu mengolah air tanah langsung menjadi air siap minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Arsinum sendiri mampu menghasilkan 5000L air siap minum per harinya. Ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas.

 

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, penyerahan unit pengolahan Arsinum ini sebagai bentuk komitmen BPPT untuk memberikan dukungan teknologi dan peningkatan kualitas pengetahuan iptek bagi Pondok Pesantren .

 

Teknologi Arsinum ini menurut Hammam merupakan hasil karya peneliti dan perekayasa dari BPPT yang juga telah diterapkan di Pesantren Al Ikhlas Bone Sulawesi Selatan dan di berbagai tempat di seluruh Indonesia.

 

Dijelaskan Hammam bahwa teknologi arsinum  terdiri dari tiga bagian besar. Sedangkan unit utama terdiri dari unit penyaringan dengan membran ultrafiltrasi dan reverse osmosis (RO) dan yang ketiga adalah sterilisasi yang ditempatkan pada tangki produk air.

 

Hammam berharap ke depan masih banyak teknologi-teknologi lain yang  dapat dimanfaatkan seperti teknologi energi tenaga surya, teknologi pertanian dan perikanan, teknologi paska panen, serta peningkatan kompetensi iptek bagi para Ustadz/Ustadzah dan para santriwan/santriwati.

Terakhir, dengan tujuh peran BPPT, serta semangat Solid, Smart, Speed, BPPT siap mendukung penguatan SDM Indonesia melalui program-program BPPT yang berdampak nasional, pungkas Hammam.

 

Sementara, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Prof Nazaruddin Umar menyambut baik serta mengucapkan terima kasih atas penyerahan arsinum ini. Prof Nazaruddin mengajak kepada para santriwan/santriwati serta masyarakat sekitar hadir untuk dapat memanfaatkan arsinum ini untuk kepentingan bersama.

 

Diharapkannya, kedepan pondok pesantren yang ada di Indonesia akan semakin eksis dan dapat bersaing. Sebagai informasi, Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT Yudi Anantasena, Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Rudi Nugroho, Kepala Biro Umum BPPT Guntur Haryanto serta Pimpinan Pondok Pesantren, Para Ustadz/ Ustadzah dan Para Tokoh Masyarakat. (Humas/HMP)