6709
Hits

PERISALAH MASUKI MASA UJI COBA LAPANGAN DI MAHKAMAH KONSTITUSI

{rokbox}images/stories/ucl.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/ucl1.jpg{/rokbox}

Menurut Perekayasa Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) BPPT, Oskar Riandi, bersama pihak dari PT INTI, tim Perisalah mulai memasang alat yang dibutuhkan dalam UCL sejak Selasa (3/08) lalu.

"Dikarenakan jadwal persidangan di MK sedang padat, untuk UCL ini yang menjadi operatornya adalah kawan-kawan dari PT INTI. Hari ini kami sudah mulai melakukan UCL langsung dari ruang sidang", kata Oskar saat ditemui di Ruang Perpustakaan MK, Rabu (4/08).

Selama ini, menurut Oskar, MK mengandalkan 20 orang untuk melakukan transrip dari seluruh sidang yang berlangsung setiap harinya. "Enam menit rekaman pertama untuk orang kesatu, kemudian rekaman enam menit berikutnya diserahkan ke orang kedua, demikian seterusnya. Padahal dalam sehari, bisa lebih dari 10 sidang. Oleh karena itu, MK dikenal sebagai lembaga transkrip terbaik di Indonesia untuk saat ini", jelasnya.

Setelah UCL selesai dilaksanakan, Oskar mengatakan bahwa hasil yang didapat akan dievaluasi dan dilaporkan kepada MK. "Tentunya kami akan memperhatikan masukan serta saran dari user, untuk kemudian kami tindak lanjuti".

"Perisalah adalah perangkat yang bagus", ujar Account Manager UCL Perisalah dari PT INTI, Didit Dzitu Sofwan pada kesempatan yang sama.

Menurutnya, antusiasme masyarakat akan Perisalah sangat tinggi. Sekitar 65 instansi dan perusahaan sudah menyatakan ketertarikannya. Bahkan banyak juga yang mengajukan agar tempatnya dijadikan lokasi UCL. Ditanya mengenai kisaran harga, Didit menjelaskan terdapat dua tipe dengan harga yang berbeda. "Untuk tipe single system, berada pada kisaran Rp 300-400 juta. Sedangkan untuk tipe multi system, akan dijual pada kisaran Rp 865-900 juta", terangnya. (YRA/humas)