11513
Hits

PERLU PERSIAPAN DINI UNTUK SIAGA BENCANA

‚Melalui acara ini, diharapkan seluruh pegawai BPPT dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan dalam menghadapi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, tidak hanya gempa tapi juga bencana alam lainnya‚, demikian antara lain sambutan Kepala Biro Umum dan Humas Hamir Hamzah saat membuka acara Sosialisasi Siaga Bencana.

‚Saat saya diangkat menjadi kepala BPPT, saya sempat khawatir karena Gedung I dan II dulu mengandung resiko, emergency exit tidak berfungsi dan tidak bisa dibuka. Selain itu, penjelasan mengenai evakuasi tidak ada di ruangan-ruangan atau di tempat-tempat umum‚, kata Kepala BPPT Marzan A Iskandar dalam kesempatan yang sama.

Marzan menambahkan, tujuan sosialisasi siaga bencana tersebut adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan pegawai BPPT dalam menghadapi bencana. ‚Mulai hari ini, setiap unit kerja BPPT harus memiliki kesiagaan dalam menghadapi bencana. Oleh karena itu, kita harus menerapkan prinsip K3 (Keamanan dan Keselamatan Kerja) sebagai prioritas pertama. Mari kita jadikan BPPT sebagai lembaga pertama di lingkungan pemerintah yang mengadopsi prinsip K3‚, tegasnya.

‚Diharapkan mulai tahun 2010 setiap unit kerja BPPT telah menerapkan dan melengkapi fasilitas-fasilitas keselamatan yang sesuai dengan kebutuhan. Disamping fasilitas yang memadai, juga dilakukan pelatihan dan penjelasan-penjelasan secara berkala mengenai prinsip K3‚, lanjut Kepala BPPT.

Selain kebakaran, gempa bumi juga termasuk bencana alam yang beresiko dan patut diwaspadai. Direktur PTLWB Ridwan Jamaludin menjelaskan bahwa bumi tidak diam, gerakan-gerakannya menghasilkan energi yang besar sehingga menimbulkan adanya patahan. ‚Hampir semua wilayah Indonesia rawan gempa. Namun di Jakarta sendiri merupakan daerah yang relatif rendah rawan gempa. Bencana gempa yang selama ini terjadi di Jakarta hanya merupakan pengaruh dari gempa yang terjadi di daerah lain‚, jelas Ridwan.

Peristiwa gempa lalu yang berpusat di Tasikmalaya, menurut Kepala B2TKS Triwibowo, dirasakan cukup kuat di Jakarta, termasuk di BPPT. Hal tersebut membuat sebagian besar pegawai BPPT khawatir akan dampak gempa tersebut terhadap ketahanan gedung. Hal tersebut segera ditanggapi oleh tim dari B2TKS dengan melakukan pemeriksaan struktural dan non struktural secara menyeluruh baik di Gedung I maupun Gedung II. Hasil yang didapat menunjukan bahwa tidak ditemukanya kerusakan signifikan yang dapat membahayakan konstruksi gedung.

Dalam acara sosialisasi tersebut, selain simulasi, juga dilakukan pemutaran video yang dapat memberikan gambaran tentang hal-hal apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan pada saat terjadi bencana. (KYRA/humas)