433
Hits

Perlu Rencana Strategis Wujudkan Kemandirian Energi Nasional

Administrator
27 Jul 2021
Layanan Info Publik

Penyediaan energi saat ini masih didominasi oleh energi fosil. Energi fosil yang tumbuh paling pesat adalah batubara karena sektor pembangkit listrik didominasi oleh PLTU batubara. Di tahun 2021 ini, pencapaian Energi Baru Terbarukan (EBT) pada bauran energi Indonesia baru mencapai 13,55 persen hingga April 2021. Untuk itu diperlukan langkah strategis dari semua pemangku kepentingan sehingga dapat mewujudkan target tersebut, kata Kepala BPPT Hammam Riza di acara Pekan Inovasi Energi Baru Terbarukan yang di gelar secara daring (27/07).

 

BPPT sebagai lembaga kaji terap teknologi lanjut Hammam, telah menghasilkan ekosistem inovasi dan teknologi EBT yaitu terdiri dari bahan bakar nabati, biomasa, biogas, pembangkit listrik tenaga panas bumi skala kecil (PLTP), pembangkit lstrik tenaga surya (PLTS), sel bahan bakar atau fuel cell, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), model pengembangan dan edukasi energi baru dan terbarukan Baron TeknoPark hingga laboratorium yang mendukung teknologi energi baru dan terbarukan.

 

Hal ini merupakan wujud nyata peran BPPT dalam mendukung pemerintah guna mewujudkan target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) melalui tujuh peran yakni perekayasaan, audit teknologi, kliring teknologi, alih teknologi, intermediasi teknologi, difusi IPTEK dan komersialisasi teknologi sesuai amanah UU Sisnas Iptek, urainya.

 

Sebelumnya, Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyampaikan bahwa BRIN mendukung pembangunan di Indonesia khususnya dalam konteks pembangunan manusia dan penguasaan Iptek serta meningkatkan sumbangan Iptek guna mendukung pembangunan menuju Indonesia Maju 2045.

 

Dan dilain sisi secara materi indikator ekonomi yang harus dicapai sesuai dengan rencana riset nasional 2017-2045. Untuk jangka pendek, jangka menengah BRIN mendapatkan tiga arahan dari Presiden. Karenanya, pada kesempatan ini adalah bagaimana kita bisa menciptakan pondasi ekonomi berbasis riset yang lebih kuat sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dengan fokus khususnya terkait dengan digital BRIN dan ekonomi, pungkasnya. (Humas BPPT)