10545
Hits

PERLUNYA ANALISA PASAR UNTUK MENINGKATAN DAYA SAING

Administrator
17 Dec 2009
Layanan Info Publik

Lebih lanjut ia mengatakan, langkah lain untuk meningkatkan daya saing adalah dengan melihat potensi yang ada dan membuat perencanaan program, sebagai langkah nyata dalam meningkatkan layanan jasa jasa teknologi dan produk BPPT.

BPPT Enjiniring (BE) merupakan unit pelayanan di lingkungan BPPT yang dibentuk melalui keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi nomor 170/Kp/KA/BPPT/IV/2006 21 April 2006, dengan tujuan untuk meningkatkan pemanfaatan (diseminasi dan komersialisasi) kemampuan, sarana & prasarana serta hasil litbangyasa BPPT yang berorientasi pada permintaan serta kebutuhan masyarakat dan dunia usaha (berorientasi pasar).

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan nomor: 158/KMK.05/2007, maka terhitung mulai tanggal 20 Maret 2007 BPPT Enjiniring menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Program utama dari BE meliputi pelaksanaan diseminasi dan komersialisasi kemampuan, sarana & prasarana serta hasil litbangyasa BPPT ke Dunia Usaha, Industri dan Masyarakat, serta pengembangan mekanisme dan perangkat pendukung diseminasi dan komersialisasi kemampuan, sarana & prasarana serta hasil litbangyasa BPPT.

Hadir sebagai nasumber pada pelatihan marketing yaitu Direktur Risk Manajemen PT Bank Mandiri (Persero) Sentot A Sentausa dan Ketua Komisi Tetap Pendidikan, Pelatihan, dan Magang KADIN Indonesia yang juga Chief Strategy Consultant ARRBEY Handito Hadi Joewono.

Dalam presentasinya Sentausa mengatakan ‚Ada beberapa langkah dalam menganalisa pasar yaitu mindset, business strategy sebagai guidance, entrepreneurship serta analisa pasar‚. Dijelaskan lebih lanjut bahwa ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pasar pertama potential buyers merupakan parameter untuk menentukan captive market dari suatu potensi pasar dalam bentuk presentase calon customer yang dapat menyerap produk atau jasa yang ditawarkan.

Potensial buyers menentukan berapa banyak jumlah pelanggan yang dapat diraih. Dengan melakukan analisis ini, wirausahawan dapat memperkirakan daya serap konsumen atas produk dan jasa yang ditawarkan. Hal ini sangat penting sebagai ukuran apakah sektor usaha yang akan kita masuki masih menjanjikan keuntungan atau tidak. Sementara itu potential volume merupakan parameter untuk menentukan captive market dari suatu potensi pasar dalam bentuk potensi volume bisnis yang dapat diraih. Melalui analisis ini para calon usahawan dapat menakar apakah sektor yang ingin dimasuki masih ekonomis atau tidak‚, jelas Sentausa.

Ditambahkannya, pemahaman terhadap business strategy yang baik mutlak diperlukan oleh entrepreneur dalam mentransformasikan ide-ide dan hasil dari analisa pasar. Pemahaman tersebut harus dapat menjawab peluang, tantangan, permintaan, besaran dan produk atau jasa yang dihasilkan, serta konsistensi dan commited to pursue menjadi kunci sukses entrepreneur di samping kedisiplinan dan keterbukaan terhadap informasi dan masukan.

Pada kesempatan yang sama Handito menjelaskan, ‚Dalam berbisnis, setiap perusahaan haruslah memahami jenis usaha apa yang sebenarnya digeluti? kemana harusnya usaha ini diarahkan? dan sumber-sumber daya apa yang kita miliki dan optimalkan dalam tujuannya mencapai target yang telah ditentukan? baru kemudian setelah pertanyaan itu terjawab, perusahaan dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya‚.

Ia menyatakan bahwa dalam menentukan sasaran pasar, marketing strategy sangatlah memegang peranan. ‚Marketing strategy merupakan pola dasar dari sasaran pemasaran saat ini dan akan datang. Penggunaan sumber daya dan interaksi dengan pasar, kompetitor dan faktor lingkungan, adalah poin-poin dalam strategi dalam rangka menciptakan nilai bagi stakeholder dan mengenalkan perusahaan serta produk ke pasar‚, jelasnya.

Understanding, formulating, going forward, accelerating dan optimizing, menurut Handito, adalah lima hal yang menjadi perhatian dalam mengembangkan strategi berbisnis. ‚Sebelum berbisnis, biasanya kita mengawali dengan berangan-angan atau day dreaming, baru kemudian kita tingkatkan dengan memahami bisnis. Tentunya, hal tersebut akan lebih baik jika kita mempunyai kreatifitas dalam berpikir untuk menghasilkan rancangan bisnis yang berbeda yang dapat menggebrak kebekuan pasar. Setelah itu, kita coba untuk menjalankannya, sembari berkonsentrasi agar tetap pada track, jika ada kesempatan untuk maju, kita lakukan, jangan pernah takut, karena kesempatan tidak bisa ada setiap saat. Terakhir, jangan cepat puas dan menyerah, teruslah memandang kedepan‚, ungkapnya. (YRA/humas)