4870
Hits

PERLUNYA PEMBANGUNAN BERBASISKAN IPTEK

Administrator
10 May 2013
Layanan Info Publik

 

Lebih lanjut dalam sambutanya Budiono menjelaskan, kita pernah mencatat adanya pertentangan antara kelompok teknolog dan kelompok ekonom. Masing-masing dengan sudut pandangnya sendiri mengenai pembangunan. Pandangan itu, pandangan dikotomis di satu sisi seakan akan suatu sistem teknologi nasional dapat dibangun di ruang hampa yang lepas dari kenyataan sosial dan ekonomi suatu bangsa.

Di sisi lain menurutnya seakan-akan teknologi nasional yang handal dapat tumbuh dengan sendirinya dari proses ekonomi yang dikelola menurut kaidah-kaidah makro dan mikro yang konvensional semata. Seakan-akan antara teknologi dan ekonomi tidak perlu ada interaksi satu sama lain.

Sedangkan dalam kenyataannya, justru interaksi antara teknologi dan ekonomi yang sebenarnya menjadi sumber energi dan menjadi motor penggerak kemajuan pembangunan bangsa dalam jangka panjang. “Proses dan simpul-simpul interaksi inilah yang seharusnya kita cari dan kita jabarkan dan kita perkuat dengan langkah – langkah kebijakan dalam bentuk insentif, penalty, dan interfensi oleh negara,” ungkap Budiono.

Seminar nasiona dengan tema Paradigma Baru Pembangunan Nasional Membangun Indonesia Masa Depan Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tersebut bertujuan untuk membahas konsep dan pemikiran cerdas membangun Indonesia masa depan yang lebih maju, sejahtera dan bermartabat serta berkeadilan. Tema tersebut dipandang selaras dan kosisten dengan tema politik serta relevan dengan kondisi faktual dan aktual yang sedang berkembang dan akan dihadapi oleh para pemimpin maupun bangsa Indonesia dimasa yang datang.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPPT Marzan A Iskandar mengatakan dibutuhkan suatu konsep holistik lebih komprehensif mengenai pembangunan berbasis iptek. Pembangunan berbasis iptek di Indonesia harus dilakukan, dan memang bukan pekerjaan yang mudah.

Menurutnya, pembangunan berbasis iptek artinya apapun aspek pembangunan itu harus didasarkan pada pertimbangan iptek. Jadi apapun yang kita lakukan baik pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi itu didasarkan pada pertimbangan iptek.

Kemampuan untuk bisa memperkirakan melakukan outlook kedepan, paling tidak ada di lembaga penelitian dan pengembangan. Lembaga penelitian dan pengembangan itu yang mempunyai kemampuan melakukan prediksi-prediksi kedepan dengan menggunakan metode-metode. Artinya apa, lembaga-lembaga ini harus diperkuat. Memperkuatnya dengan cara memperkuat Undang-Undang no 18 tahun 2002 mengenai sistem nasional penelitian, pengembangan dan penerapan iptek. Undang – undang ini harus benar-benar bisa menjadi dasar atau mempresentasikan komitmen bangsa ini untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya sistem nasional penelitian, pengembangan dan penerapan iptek. “Bahwa pembangunan ini tidak akan berhasil kalau tidak disarkan pada iptek, seperti terjadinya eksploitasi sumber daya alam karena mengelola sumberdaya alam tidak berdasarkan iptek,” ungkap Marzan.

Hadir juga pada acara tersebut Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhamad Hatta, Gubernur Lemhannas, Budi Susilo Supandji, Pakar politik, pakar ekonomi, pakar sosial budaya, pakar pertahanan dan keamanan, serta para alumni Lemhanas dan Ketua Umum Ikatan Alumni Lemhannas. (SYRA/humas)