5405
Hits

Pesawat Udara Nir Awak Karya Anak Bangsa

 

Marzan menyampaikan, BPPT dalam proses perencanaan PUNA, dilakukan oleh para insinyurnya. Namun, BPPT hanya menghasilkan prototipenya saja, sementara untuk memproduksinya akan bermitra dengan PT Dirgantara Indonesia (DI), PT LEN, dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).  "Saat ini BPPT sudah menyelesaikan prototype PUNA Wulung pada tahun 2013 dan melakukan pengembangan pada tahun 2014. Perbedaan PUNA Wulung tahun 2013 dan 2014 adalah kemampuan terbangnya, Wulung 2013 berkemampuan terbangnya empat jam dan Wulung 2014 kemampuan terbangnya enam jam. Kedepannya, BPPT masih akan terus mengeksplorasi PUNA untuk menjadi andalan Indonesia  yang disesuaikan dengan kondisi alam Indonesia. Selain itu, Kemenhan juga sudah memesan PUNA Wulung 2013 sebanyak tiga unit dan PUNA Wulung 2014 sebanyak lima unit. Jadi, totalnya ada delapan unit," ungkap Marzan.

Marzan juga menyampaikan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) juga telah memesan PUNA untuk memantau hutan, seperti melihat terjadinya kebakaran, penebangan liar, dan lainnya. Sementara BNPB juga membutuhkan PUNA untuk memberikan info mengenai kebencanaan, seperti gunung meletus, kebakaran hutan, dan sebagainya.

"BPPT terus meyakinkan pemegang kebijakan terkait tentang pentingnya teknologi PUNA. Dan, saat ini  teknologi PUNA sudah diakui sangat dibutuhkan untuk Indonesia. Saya juga berharap kedepannya PUNA milik Indonesia akan memiliki kemampuan yang sejajar dengan PUNA buatan asing," tutup Marzan. (tw/SYRA/Humas)