5717
Hits

PI-UMKM AWARD MENDORONG BUDAYA INOVASI DAN KREATIVITAS

Administrator
20 Jul 2010
Kebijakan Teknologi

Tumbuhnya usaha baru yang menerapkan inovasi teknologi, baik dalam bentuk usaha mikro, kecil maupun menengah perlu diapresiasi dengan diberikan penghargaan. ‚Untuk itu, kami setiap tahunnya mengadakan PI-UMKM Award yang bertujuan untuk memberikan penghargaan bukan saja kepada UMKM, melainkan juga kepada LI karena telah menggali dan membina serta mengembangkan iptek dalam usaha. Kita juga ingin mendorong budaya inovasi dan kreatifitas dalam mengatasi kesulitan ekonomi‚, tutur Koento.

Berbeda dari PI-UMKM Award tahun lalu yang kriteria pesertanya adalah mereka yang menemukan ataupun mengembangkan teknologi, meskipun belum masuk pasaran. Tahun ini, pemberian award difokuskan pada UMKM yang usahanya sudah terbukti berjalan minimal satu tahun dan sudah teruji di pasaran serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain memberikan penghargaan pada UMKM inovatif, PI UMKM Award tahun ini juga akan memberikan penghargaan bagi LI yang dianggap berhasil mengembangkan UMKM di daerahnya.

PI-UMKM Award menurut rencana akan diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan, pada 8-10 November 2010. ‚Kedepannya, saya berharap dengan diberikannya award akan memotivasi para pelaku UMKM untuk selalu berinovasi sehingga dapat menggerakkan UMKM lainnya. Hal ini akan menjadikan perekonomian kita nantinya tidak hanya terpusat pada perusahaan besar saja, tetapi usaha-usaha kecil dan menengah di daerah‚, ungkap Koento.

UJUNG TOMBAK PI UMKM

Pada kesempatan yang berbeda, Leader WP Penumbuhkembangan LI PI-UMKM, Wenny Oktaviani mengatakan bahwa dalam menilai keberhasilan LI membina UMKM, Tim Monitoring dan Evaluasi PI UMKM menetapkan empat akses yang menjadi persyaratan bagi LI terbaik. ‚Akses teknologi menjadi poin pertama yang kami lihat. LI dinilai berhasil jika mampu memberikan fasilitas atau akses inovasi teknologi ke UMKM yang memberikan nilai tambah kepada UMKM tersebut. Poin kedua adalah aspek pemasaran, dimana LI harus mampu mengakses pasar di beberapa tempat yang memiliki implikasi terhadap peningkatan omset pemasaran produk UMKM. Poin ketiga adalah akses pendanaan dan poin terakhir adalah peningkatan SDM dari UMKM binaannya‚.

Lebih lanjut Wenny mengatakan, LI merupakan ujung tombak untuk keberhasilan PI UMKM. ‚Hanya saja kendalanya, berdasarkan statistik LI yang ada sekarang ini mayoritas berasal dari pulau jawa, terutama dari Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah‚.

Solusinya menurut Wenny adalah lebih giat lagi dalam mensosialisasikan PI UMKM ke daerah-daerah, dan untuk membangkitkan minat daerah dapat dilakukan dengan seringnya menjalin hubungan dengan Pemda setempat. ‚Dengan itu diharapkan akan tumbuh lebih banyak LI di daerah luar Pulau Jawa yang tentunya juga akan menumbuhkembangkan UMKM di daerah tersebut‚. (KYRA/humas)