10489
Hits

PILKADES BOYOLALI: 2462 WARGA DESA KEBONBIMO, BERIKAN SUARA SECARA E-VOTING

Jumlah total pemilih dalam pilkades tersebut tercatat sebanyak 2462 orang. Pelaksanaan pilkades perdana di Boyolali ini selain mendapat pengawalan ketat dari berbagai unsur masyarakat, juga mendapat pendampingan teknis dari tim BPPT.

Dapat dilihat langsung di lapangan bahwa pilkades berlangsung lancar. Para warga secara bergantian memberikan suaranya untuk calon kepala desa (kades) tunggal, Suherman. Panitia pilkades menyediakan lima bilik untuk pungutan suara. Di masing-masing bilik disediakan perangkat komputer yang digunakan warga memberikan suaranya. Sebelum memasuki bilik, warga dipandu tim dari panitia dan pemandu sehingga pada pelaksanaannya tak mengalami kesulitan berarti.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Marzan A. Iskandar yang menyaksikan langsung jalannya kegiatan ini menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan hal yang bersejarah. "Pelaksanaan e-voting pilkades ini merupakan yang pertama di Indonesia dan telah didukung oleh Perda Kabupaten Boyolali nomor 55 tahun 2012. Hal ini penting dan bersejarah," ungkapnya.

Kepala BPPT juga menambahkan bahwa pihaknya turut memberikan pendampingan bersama dengan panitia agar warga atau pemilih tidak mengalami kesulitan saat memberikan suaranya. “Dari sisi kerahasiaan pemilih didalam bilik pasti tetap dijaga,” tambahnya.

Pelaksanaan evoting

Ditemui di sela pelaksanaan e-voting ini, Kepala Program e-voting BPPT, Andrari Grahitandaru menuturkan bahwa selesai tahapan pungutan suara, rencananya jam 3 hari ini juga akan langsung dilakukan penghitungan. Dengan e-voting tersebut, Andrari menyatakan penghitungan dijamin akan lebih cepat. “Jadi nanti tinggal dijumlah dari masing-masing bilik langsung diketahui totalnya, bahkan sebelum masyarakat bubar dari balai desa,” terangnya.

Seperti diketahui sebelumnya, di negara maju di belahan dunia yang lain, teknologi e-voting telah banyak digunakan karena memiliki keunggulan sebagai berikut: tidak perlu mencetak surat suara, pemberian suara mudah  dilakukan dan dapat mengkomodir pemilih berkebutuhan khusus, proses penghitungan suara akan lebih cepat, tepat, dan akurat, pengiriman surat suara langsung ke pusat data, dan penayangan hasil berbasis web yang menjamin transparansi, menghasilkan jejak audit, dan efisiensi jumlah SDM penyelenggara.

Lebih lanjut Andrari menjelaskan, penggunaan mesin e-voting berbasis teknologi informasi dan komunikasi bisa menekan biaya pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah sampai diatas 30 persen karena akan menghemat biaya pemungutan suara, tabulasi, rekapitulasi hingga audit suara. "Yang terpenting adalah efek sosial budaya, karena hal ini tidak bisa diukur dengan uang semata. Namun bayangkan masyarakat yang aktivitasnya terhenti selama menunggu pengumuman penghitungan suara," jelasnya.

Ia menambahkan, ongkos pemilihan umum di negara-negara yang menggunakan teknologi e-voting seperti Filipina dan Venezuela  lebih hemat. "Mereka tak perlu mencetak surat suara serta bisa melakukan penghitungan suara, pengiriman suara ke pusat data, dan penayangan hasil pemungutan secara cepat, akurat dan transparan," ujar Andrari.

Seorang warga yang mengikuti pemilihan ini juga menyebutkan hal yang sama mengenai efisiensi pelaksanaan pemilu secara elektronik ini. Rosihana (38) mengatakan bahwa pelaksanaannya pun  mudah. " Kita juga harus menyesuailkan dengan perkembangan jaman dan butuh pelaksanaan yang cepat. Warga pun mengetahui bahwa sistem ini hemat karena tanpa kartu suara," ucapnya.

Hingga berakhirnya proses pemungutan suara, terhitung sejumlah 1.616 suara telah masuk, dengan rincian 1112 suara memilih Soeherman, 496 suara kosong dan 8 sisanya tidak memilih. Menyikapi hal ini Kepala BPPT menyampaikan rasa bangganya kepada semua warga yang telah menjadi bagian dalam memprakarsai pelaksanaan e-voting pilkades perdana ini. "Selamat untuk semua warga, ke depan, juga akan ada beberapa daerah yang akan melaksanakan hal serupa.  Terimakasih atas prakarsanya menerima sistem pemilu elektronik ini. Semoga acara ini terus  berjalan lancar dan tertib," harapnya.

(SYRA/humas)