3068
Hits

Presiden RI Pimpin Langsung Apel Operasi Tanggap Darurat Kebakaran Hutan di Riau

 

SBY pun akhirnya meninjau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau pada tanggal 15 Maret 2014. Dalam kunjungannya, SBY memberikan arahan dan penegasan dalam langkah-langkah penanggulangan bencana asap. Beliau meminta kerjasama semua pihak bergandengan tangan dalam mengatasi kabut asap di Riau, serta meminta tanggung jawab dan kerja keras para pejabat di Riau untuk segera bertindak.

 

Dalam penanggulangan bencana asap di Riau, ada tiga agenda kegiatan utama yang dibahas oleh SBY, di antaranya adalah pemadaman titik api dan asap, perawatan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terkena dampak kabut asap, serta meningkatkan penegakan hukum. Ketiga kegiatan itu dilakukan dan dipimpin langsung oleh Kepala BNPB Samsul Maarif.

 

Sebelumnya, Komandan Satgas Tanggap Darurat Bencana Asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Brigjen Agus Irianto, pada acara teleconference dengan Presiden RI pada tanggal 14 Maret 2014 melaporkan bahwa upaya melakukan rekayasa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dilakukan penerbangan dari Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan Pesawat Hercules C-130, mengingat kondisi Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II telah ditutup untuk untuk seluruh penerbangan.

 

Kepala UPT Hujan Buatan BPPT, F. Heru Widodo, juga menyampaikan dalam operasi TMC ini kami memutuskan untuk mengubah strategi penerbangan penyemaian awan dari Lanud Halim Perdanakusuma. Karena, ketika ada potensi cuaca untuk TMC, Bandara SKK II ditutup untuk penerbangan. Akhirnya kami melakukan penyemaian awan dari Lanud Halim Perdanakusuma untuk memaksimalkan peluang cuaca untuk TMC.

 

“Operasional TMC dilakukan dengan 2 pesawat yaitu Cassa 212-200 dan satu pesawat Hecules C-130 yang take off dan landing dari Lanud Halim Perdanakusuma dengan dua sorti penyemaian sebanyak 10 ton. Disamping itu, upaya TMC untuk mengatasi asap juga dilakukan dengan pemasangan alat pengikat asap Sistem Nozzle yang dipasang di Rawa Indah yang beroperasi 24 jam setiap hari. Total bahan yang terpakai sudah sebanyak 22 kg,” kata Heru.

 

Presiden RI pimpin apel operasi tanggap darurat

 

Sebelum meninggalkan Provinsi Riau pada tanggal 17 Maret, SBY memimpin apel pagi Operasi Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin. Pada apel siaga ini, SBY menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Riau, para pemimpin di Provinsi Riau, kementerian dan lembaga: Kehutanan, Pertanian, Lingkungan Hidup, BPPT dan BMKG, atas upaya yang dilakukan untuk mengatasi bencana asap.

 

SBY berpesan kepada seluruh jajaran dan masyarakat Provinsi Riau, khususnya Pemerintah Provinsi Riau dan Satgas Penanggulangan Bencana agar benar-benar menuntaskan masalah kebakaran hutan dan lahan serta bencana asap di Riau. SBY juga menyampaikan dalam waktu tiga minggu ke depan bencana asap Riau harus dapat diselesaikan dengan tuntas. (Upthb/tw/SYRA/Humas)