5460
Hits

Produk Inovatif BPPT Tampil Di Hari Pangan Sedunia Di Provinsi Lampung

 

 

Pada peringatan tersebut juga di selenggarakan lomba Kreasi Kudapan pangan lokal yang berbahan baku tepung pangan lokal yaitu tepung Sugih dan tepung Fantasi, ini merupakan kerjasama antara BPPT dengan Badan Ketahanan Pangan Daerah Lampung, kedua tepung tersebut merupakan produk inovatif BPPT.

 

Selain itu BPPT juga memperkenalkan produk beras yang dibuat dari sumber pangan lokal non padi seperti Beras Sehatku, Beras Sigerku dan Beras Tiwulku. Beras Sehatku merupakan produk beras yang terbuat dari tepung jagung dan pati singkong. Beras Sigerku adalah beras yang dibuat dengan bahan baku utama tepung singkong segar, sedangkan Beras Tiwulku menggunakan tepung gaplek sebagai bahan baku utamanya.

 

Ketiga produk beras tersebut merupakan produk beras yang aman karena tidak menggunakan bahan tambahan pangan seperti bahan pewarna, perasa, penyedap dan bahan pengawet. Produk hasil inovatif BPPT terebut juga mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dari beras padi sehingga sehat dan cocok untuk masyarakat yang ingin mengurangi karbohidrat.

 

Pada kesempatan tersebut Eniya mengatakan,  BPPT selama ini sudah melakukan berbagai pengembangan teknologi mengenai pengolahan pangan lokal. Lanjut Eniya, target kita dalah mensubtitusi impor terigu karena pemakaian terigu di Indonesia importnya no 2 terbesar di dunia.

 

Dia juga menjelaskan pentingnya upaya untuk menggerakan masyarakat dalam mengkonsumsi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan impor. Kedepannya Eniya ingin adanya pemanfaatan ubi kayu bukan hanya untuk makanan,  melainkan bisa mejadi bahan baku farmasi, bahan baku gula dan sebagainya.

 

Senada dengan Eniya, di sela acara tersebut Aton menuturkan penggunaan dua tepung tersebut yakni tepung Sugih dan tepung Fantasi dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap tepung impor baik tepung terigu maupun tepung beras. Dengan kedua tepung ini diharapkan kita bisa mandiri dalam bidang pangan.

 

Kelebihan tepung ini mempunyai indeks glikemik yang rendah dibanding tepung beras, yaitu indek dimana karbohidrat dicerna, makin rendah indeks glikemiknya maka akan semakin baik untuk tubuh, tutup Aton. (Humas/HMP)