5415
Hits

PT INDOFARMA LIBATKAN BPPT PERKUAT R&D PENGEMBANGAN PRODUK DAN BISNIS

 

Dalam pertemuan yang juga  bertujuan untuk penjajakan kerjasama antara BPPT dengan PT. Indofarma di bidang teknologi kesehatan dan pangan tersebut juga disampaikan paparan program dan teknologi. Program dan teknologi tersebut merupakan produk yang siap dikerjasamakan antara lain garam farmasetis, pati terpragelatinasi, kitosan, sediaan fitoestrogen, sediaan OHT imunostimulan, ekstrak terstandar, sediaan obat wound healing, pangan darurat, pangan fungsional untuk anti diabetes, pangan fungsional untuk imunostimulan dan beta glukan dari onggok, antibiotika, lovastatin, Vit. B12, pupuk hayati, pedeteksian jenis daging, serta berbagai bibit tanaman.

"'Kami juga mengharapkan pada pertemuan ini dapat terindentifikasi kebutuhan dari PT. Indofarma terkait dengan pengembangan produk dan teknologi," ujar Listyani.

Menanggapi pernyataan Listyani tersebut,  Direktur Utama PT. Indofarma, Djakfarudin Junus menyatakan ketertarikannya untuk bekerjasama. "PT. Indofarma berkeinginan menjalin kerjasama dengan BPPT dan pertemuan juga telah dilaporkan ke Wamen Kesehatan," tambahnya.

Dalam upaya meningkatkan daya saing industri nasional, BPPT tidak mungkin bekerja sedirian. "Oleh karena itu peran dan kerjasama dengan industri mutlak dilakukan," tambah Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri dan Rancang Bangun (TIRBR),  Erzi Agson Gani yang juga hadir dalam acara tersebut.

Dari hasil diskusi lebih lanjut terungkap bahwa sebetulnya banyak produk dan jasa yang bisa dikembangkan oleh BPPT dalam kerangka pemenuhan kebutuhan dan bekerjasama dengan PT Indofarma.  PT Indofarma berkeinginan untuk memperkuat R & D dalam mengembangkan produk dan bisnis dengan melibatkan BPPT. Produk prioritas yang akan dikembangkan harus berdasarkan kebutuhan pasar dan dalam jangka pendek segera menghasilkan income bagi PT. Indofarma, tegas Dirut PT Indofarma.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Kepala BPPT Bidang TAB mengatakan dalam waktu dekat penjajakan kerjasama ini akan segera ditindaklanjuti dengan pertemuan tim teknis dari kedua belah pihak untuk membahas pengembangan produk dan bisnis. Selain itu perlu juga kita memetakan kelompok produk yang akan dikembangkan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, tutup Listyani.

Hadir pada acara tersebut Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika, Bambang Marwoto, Direktur Pusat Teknologi Bioindustri, Agus Masduki, Kepala Balai Pengkajian Bioteknologi, Tarwadi, Direktur Pusat Teknologi Manufaktur, Barman Tambungan, Direktur Pusat Teknologi Proses, Nadirah, serta jajaran BPPT lainnya. Sementara dari PT. Indofarma, hadir pula Direktur Produksi, Direktur Manufaktur, QA Manajer dan jajaran. (SYRA/humas/tab)