8288
Hits

PT TELKOM GANDENG BPPT PERKUAT INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA

Demikian antara lain disampaikan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding antara BPPT dan PT Telkom mengenai Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Rabu (1/2).  Berbicara mengenai konektivitas, menurut Marzan, Indonesia masih tertinggal dibanding negara tetangga. Dan memang tantangan konektivitas Indonesia cukup besar. Oleh karena itu pengembangan TIK ini menjadi faktor pemersatu yang bisa paling cepat direalisasikan untuk menyatukan NKRI.

Mengamini pernyataan Kepala BPPT, Direktur Utama PT Telkom, Rinaldi Firmansyah mengatakan bahwa dengan semakin ketatnya tantangan dalam bidang telekomunikasi di Indonesia, selain diatasi melalui kerjasama, PT Telkom juga berupaya beradaptasi dengan bergerak dalam bidang yang disebut TIME, Telekomunikasi, Informasi, Media dan Edutaintment.

Indonesia merupakan negara yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang cukup banyak, namun pemakaian data perkapita masih sangat kecil. Peluang seperti inilah yang harus selalu kita lihat baik untuk menambah revenue maupun mengefisiensikan biaya. Disinilah pentingnya kerjasama dengan BPPT, karena BPPT tentu saja memiliki pengalaman di bidang-bidang yang tidak dimiliki PT Tekom. Kerjasama ini juga penting sebagai upaya untuk memberikan kontribusi dan dampak positif bagi masyarakat dan pekembangan TIK di Indonesia, lanjut Rinaldi.

Bidang baru yang digeluti PT Telkom yaitu TIME, menurut Marzan sangat relevan jika dikaitkan dengan konvergensi telekomunikasi, komputer dan penyiaran. Era konvergensi ini semakin dekat untuk menjadi kenyataan dengan adanya smart grid. Dalam era ini TIK akan berkonvergensi dengan energi. Mengapa demikian? Karena ada tuntutan penggunaan energi secara efektif dan efisien dengan TIK, yang selama ini cara-cara konvensional dianggap tidak memadai, jelasnya.

Diungkapkan pula oleh Kepala BPPT beberapa hal yang dapat ditindaklanjuti untuk dikerjasamakan oleh BPPT dan PT Telkom, diantaranya yaitu dalam bidang digital creative network, BPPT sudah memiliki program perisalah dan text summarization system yang menjadi aplikasi yang sangat potensial untuk digunakan pelanggan telkom seluler di Indonesia. Selain itu ada pula optimalisasi MPLS sebagai backbone untuk IPTV yang juga merupakan layanan PT Telkom, dapat dikembangkan secara bersama untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan. Dalam hal ini BPPT telah banyak memberikan dukungan seperti pengujian dan rekomendasi kepada Kemenkominfo dalam program migrasi penyiaran tv digital Indonesia. Selain itu dalam bidang e-services, program ubiquotus government services termasuk e-voting dengan menggunakan cloud computing PT Telkom juga menjadi salah satu peluang kerjasama ini, jelasnya.

Dalam bidang e-KTP, BPPT saat ini sedang mempersiapkan teknologi e-KTP generasi ke-2 yang memiliki fitur multifungsi dan multiguna. Selain itu BPPT mendorong industri nasional untuk mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak e-KTP yang dilengkapi dengan chip agar dapat memiliki TKDN yang optimal. Ini juga bisa menjadi potensi kerjasama kita. E-defense dalam penyusunan grand design sisfohanneg, dan terakhir CNS ATM yang dikembangkan untuk kemandirian bangsa dalam bidang navigasi udara. Sistem ini membutuhkan jaringan yang handal dalam impolementasinya. Hal ini dapat membuka peluang bagi PT Telkom dalam memperluas pelayanan sistem telekonomunikasi di Indonesia, urai Marzan. (SYRA/humas)