6234
Hits

RENCANA TINDAK TIRBR 2011

 

 

Dilihat dari kegiatan secara detail, Iskendar mengatakan bahwa sebenarnya kegiatan tahun 2011 masih berkaitan dengan kegiatan 2010. Dalam bidang teknologi transportasi misalnya, kami masih melanjutkan pengembangan sistem kendali untuk perkeretaapian. Kemudian didalamnya juga ada kegiatan pengembangan Fasilitas Uji Dinamika Kereta Api (FUDIKA) yang diharapkan di 2011 ini sudah semakin lengkap kemampuan ujinya.

Saat ini FUDIKA sudah dapat mengukur kenyamanan pergerakkan kereta api, kinerja pengereman kereta api dan mengukur kondisi kecepatan. FUDIKA juga telah memenuhi kriteria parameter pokok dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri kereta api seperti PT INKA dan PT KAI serta Direktorat Jenderal Perhubungan. Untuk tahun 2011, FUDIKA direncanakan kemampuan uji untuk meningkatkan performance lokomotif, mengurangi tingkat kebisingan, serta meningkatkan keselamatan yang terintegrasi.

Untuk teknologi pertahanan dan keamanan, Iskendar menerangkan bahwa kedeputiannya akan tetap memfokuskan pada pengembangan PUNA (Pesawat Udara Nir Awak-red). Menurutnya, PUNA tahun ini akan mengarah pada penguasaan telemetri dan radius terbang yang lebih jauh.

Sedangkan untuk teknologi manufaktur, Kedeputian TIRBR, terang Iskendar, akan mensupport industri proses untuk pupuk berimbang, industri proses untuk pengembangan industri baja serta industri manufaktur yang terkait dengan industri gula.

Khusus industri baja, kita berfokus pada teknik otomasi. Lalu pada teknologi prosesnya, kita akan mempelajari suplai bahan adiktif industri baja. Selama ini Indonesia masih import adiktif untuk baja, padahal bahan mentahnya banyak disini (Indonesia-red). Kita akan fokus pada pengolahannya, katanya.

Ketiga fokus bidang TIRBR, menurut Iskendar, akan diimplementasikan dalam sistem inovasi, dimana disetiap bidangnya Iskendar mengharapkan adanya identifikasi kegiatan.

Saya menginginkan kita (BPPT-red) tidak sendirian dalam setiap kegiatan, stand alone, terjebak dalam kegiatan engineering saja. Kita harus dapat mengidentifikasi industri apa yang kita dukung, bagian mana yang terkait, badan litbang mana saja yang dapat kita ajak. Setelah kita mengetahui semua itu, baru kita adakan FGD (Focuss Group Discussion) dengan pihak-pihak terkait lainnya, korespondensi, atau kunjungan. Sembari membina hubungan, kita juga berarti terus menginformasikan kegiatan engineering kita kepada berbagai pihak yang terlibat. Tujuannya adalah diharapkan semua pihak dapat mempunyai komitmen bersama yang kuat, karena memang terlibat dari awal.

Target tahun 2011 ini, diharapkan pipa apung yang telah melalui proses uji coba lapangan dapat secara konkrit diindustrikan agar kebutuhan dalam negeri akan pipa apung yang selama ini impor, dapat segera dipenuhi. Kemudian FUDIKA yang sudah secara rutin mensupport Direktorat Jenderal Perhubungan dan industri kereta api, agar semakin mantap dalam menyokong perkembangan transportasi kereta api di Indonesia. Hal yang sama juga kita targetkan untuk bidang manufaktur, dimana kita menginginkan adanya upaya konkrit dan komitmen dari semua pihak untuk bersama-sama memanfaatkan potensi nasional dalam negeri, jelas Iskendar. (KYRA/humas)