4497
Hits

Revitalisasi Karet Dongkrak Penghidupan Petani

 

Dikatakan Hammam, kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara BPPT, Pemkab OI, Kementerian Perindustrian (Kemenperin dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. "Dengan kegiatan ini, kita akan mampu meningkatkan nilai tambah pada karet mentah menjadi bahan baku untuk kompon karet sekaligus langsung digunakan untuk vulkanisir ban," jelasnya.


Hammam menambahkan, dengan terbentuknya pilot project unit sistem produksi kompon karet di Kabupaten OI dapat menjadi role model bagi kabupaten-kabupaten lain, khususnya yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. "Salah satu potensi terbesar Kabupaten OI adalah karet. Petani karet tentunya menggantungkan hidupnya dari hasil karet. Nilai tambah dari karet mentah menjadi bahan baku kompon akan sangat membantu ekonomi para petani karet. Karenanya, pilot project ini tidak boleh gagal," tegasnya.


Hal serupa juga kembali ditegaskan Mawardi. Menurutnya, bila tidak ada dorongan dari pemerintah maka petani karet tidak akan berubah hidupnya. "Saya sendiri termasuk petani karet. Saya tahu persis berapa harga karet mentah dipasaran, sangat tidak menjanjikan. Dengan adanya kegiatan ini, insya Allah akan memperbaiki kehidupan petani karet," ujarnya.


Lahan perkebunan karet di Kabupaten OI sampai dengan tahun 2013 adalah seluas 30.182 hektar dengan produksi 20.123 ton pada area panen 18.255 hektar. Namun disayangkan Mawardi, saat ini petani karet hanya menjualnya langsung ke pabrik crum rubber saja.

 

"Tidak ada nilai tambah dari karet mentah menjadikan posisi petani karet sangat lemah. Lain halnya bila karet mentah diolah dulu menjadi kompon karet. Saya berterimakasih kepada BPPT yang telah melakukan peningkatan teknologi sehingga mampu menciptakan nilai tambah pada karet," ungkap Bupati OI tersebut.


Direktur Industri Kimia Hilir Kemenperin, Tuti Rahayu saat meninjau langsung lokasi pilot project, menyatakan kekagumannya terhadap hasil kerja BPPT. "Saya sangat puas melihat pilot projet ini mampu berjalan dengan baik. Berdasarkan proposal yang disampaikan Kabupaten OI, Kemenperin memberikan bantuan unit produksi kompon karet. Dengan adanya revitalisasi dan optimalisasi unit yang dilakukan BPPT, potensi kuat yang dimiliki Kabupaten OI akan termanfaatkan dengan lebih baik lagi," ujarnya.


Ditempat terpisah, Direktur Pusat Teknologi Material BPPT, Eniya L. Dewi mengatakan bahwa BPPT akan selalu memberikan dukungan teknologi terhadap setiap program yang dimiliki baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

 

"Khususnya karet, BPPT dapat melakukan added value lainnya dalam pengembangan. Misalnya dengan memberikan teknologi nano pada karet. Selain itu, pengembangan teknologi karet juga sangat sesuai bila digabungkan dengan visi pemerintah saat ini dalam memperkuat kemaritiman Indonesia," pungkas Eniya. (tw/syra/Humas)