15280
Hits

Roadmap Kebijakan Energi Nasional : Sumber Daya Energi Jangan Hanya Di Ekspor, Harus Menjadi Modal Pembangunan Nasional.

 

 

Lebih lanjut Hammam mengatakan KEN yang diterbitkan melalui Peraturan Pemerintah no 79 tahun 2014, memuat 4 aspek Kebijakan Utama dalam pengelolaan energi nasional"Pertama, ketersediaan energdalam memenuhi kebutuhan nasional. Kedua, prioritas pengembangan energi. Ketiga, pemanfaatan sumber daya energi nasional. Keempatkewajiban menyediakan cadangan energi nasionalKebijakan Utama tersebut dilengkapi dengan kiebijakan pendukung yang antara lain mendorong diversifikasi dan konservasi energi, serta perhatian pada dampak lingkungan hidup," jelasnya terperinci.

 

 

 

Kebijakan ini (KEN) dapat dijadikan sebagai pegangan dalam pengelolaan energi nasional, dengan target untuk mencapai elastisitas energi nasional kurang dari 1 (satu) pada tahun 2025, penurunan intensitas energi final sebesar 1% per tahun sampai dengan tahun 2025; rasio elektrifikasi sebesar 85% pada tahun 2015 dan mendekati sebesar 100% pada tahun 2020, rasio penggunaan gas rumah tangga pada tahun 2015 sebesar 85%, serta porsi Energi Baru Terbarukan dalam penyediaan energi nasional sebesar 23% pada tahun 2025.

 

 

Dalam rangka mengevaluasi kondisi penyediaaan energi nasional untuk memenuhi kebutuhan pembangunan nasional, BPPT tutur Hammam secara rutin menerbitkan proyeksi kebutuhan energi dan perkiraan kemampuan penyediaan energi ke depan dalam bentuk Buku Outlook Energi Indonesia. 

 

 

"Outlook Energi ini merupakan proyeksi kondisi supply-demand energi kurang lebih 25 tahun ke depan, dengan mendasarkan kepada potret kondisi yang sedang berjalan saat ini. Dengan kata lain, Outlook yang dikeluarkan BPPT ini juga dapat dipakai sebagai perangkat untuk mengukur dan memperkirakan seberapa efektif implementasi dari kebijakan energi nasional saat ini guna mencapai target yang telah dicanangkan pada KEN,”  ujarnya.

 

 

Sebagai informasi FGD ini juga menghadirkan narasumber dari Ditjen Minerba, Ditjen Kelistrikan, BATAN, IKABI, Dirjen Inovasi RistekDikti, serta beberapa perusahaan yang bergerak di bidang energi dan mineral seperti PLN dan Pertamina. "Proses penyusunan roadmap teknologi ini diharapkan menjadi roadmap yang komprehensif, realistis, terukur dan dapat dicapai, yang diperkaya dengan sudut pandang berbagai pemangku kepentingan di sektor energi, Dengan demikian roadmap ini dapat disandingkan sebagai mitra terhadap Kebijakan Energi Nasional, utamanya bagaimana kebijakan tersebut akan dicapai," pungkasnya. (Humas-HMP)