6341
Hits

Sambut Kereta Api Cepat, BPPT Beri Rekomendasi Rel Lebih Lebar

 

Pihaknya kemudian merekomendasi untuk kereta cepat nantinya tentu membutuhkan rel yang lebih lebar. Hal ini penting karena kereta yang melaju dengan kecepatan mencapai 350 km/jam butuh lintasan yang lebih lebar agar lebih stabil.

 

Dirinya juga berharap kedepan manufaktur komponen dan pengujian  kereta cepat juga dapat dilaksanakan di Indonesia.  "Kita ingin  membangun teknologi yang proven untuk industri dalam negeri. Bahkan meningkatkan penggunaan bahan baku lokal," ujarnya.

 

Barman juga meyakini apabila industri lokal melihat demand komponen kereta api bermunculan, tentu industri mau berinvestasi. Selain iu dia juga melihat pentingnya pihak terkait untuk menciptakan standar nasional Indonesia atau minimal ada uji kelayakan untuk kereta api manapun yang digunakan di Indonesia. "Kami siap jika ditunjuk untuk menjadi pihak yang menguji kelayakan kereta api," pungkasnya.

 

Sebagai informasi sebelumnya BPPT melalui B2TKS juga telah terlibat dalam uji rancang bangun pembuatan kereta api yang akan di ekspor oleh PT INKA (Industri Nasional Kereta Api) ke Negara Bangladesh.

 

Chief Engineer Program Uji Struktur Kereta dan Komponen B2TKS BPPT, Anwar menyebut telah menyelesaikan uji rancang bangun untuk rangkaian kereta api yang akan diekspor PT INKA tersebut.

 

"Satu rangkaian ada 6 gerbong kereta yang terdiri dari kereta penumpang ac, non ac, kereta barang, bagasi, dan lainnya. Itu semua telah kami uji selama dua bulan. Alhamdulillah hasil uji nya layak," kata Anwar.

 

Dirinya juga menuturkan bahwa BPPT lah satu-satunya lembaga yang memiliki fasilitas uji kereta api ini. "Fasilitas kami ini paling lengkap bahkan di tingkat Asia Tenggara," tukasnya. (HMP/Humas)