3276
Hits

SEAA-AGRI, Optimalkan Penggunaan Sumberdaya Alam

 

“Dengan memanfaatkan kerangka SEEA-Agri, informasi terkait neraca produksi dan kebutuhan sektor pertanian terkait dengan aspek lingkungan mudah didapat/diakses dan akuntabel sehingga pemilihan skenario/kebijakan pembangunan yang sesuai dapat dilakukan. Selain itu kebijakan one map, one data and one standard dapat didukung dengan kegiatan ini,” jelas Agustan.

Perlu diketahui bahwa dalam pelaksanaannya, SEAA-Agri ini memperhitungkan asset sumberdaya alam, aliran dan perubahan aset, pembelanjaan dan transaksi, aspek ekonomi dan valuasinya. “Metode ini sangat bermanfaat untuk melakukan valuasi sumberdaya alam utamanya sektor pertanian untuk menentukan kebijakan pembangunan nasional seperti yang diamanatkan oleh UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” ungkapnya.

Untuk mengkaji kemungkinan  penerapan metode ini di Indonesia, Agustan menyampaikan bahwa pihaknya telah mengundang pakar SEEA-Agri dari FAO, Dr. Carl Obst untuk memberikan informasi terkini terkait metode tersebut dalam acara mini workshop yang dilangsungkan pada tanggal 7 Mei 2014 di Ruang Komisi 2, Gedung BPPT, Jakarta.

Hadir dalam acara ini adalah Direktur Neraca Produksi – Badan Pusat Statistik, perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Masyarakat Akuntansi Sumberdaya Alam Dan Lingkungan Indonesia (MASLI), serta FAO Project Focal Point Indonesia, Bambang Setiadi.

Agustan menambahkan bahwa penerapan hal ini juga mendapatkan dukungan yang sangat besar dari FAO.  “Melalui divisi statistic, FAO akan memberikan dukungan teknis untuk merealisasikan hal ini di Indonesia,” imbuhnya

Pada acara yang dibuka oleh Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (PTISDA), M. Sadly, disimpulkan bahwa Indonesia melalui beberapa institusi terkait ternyata telah melaksanakan konsep SEEA-Agri ini secara parsial, sehingga kemungkinan untuk menerapkan metode ini di Indonesia sangat besar peluangnya.  “Disepakati pula bahwa BPPT diharapkan berada di depan dan tetap mengawal implementasi SEEA-Agri ini melalui koordinasi dengan BPS, Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup,” pungkasnya.(tpsa/SYRA/Humas)