7114
Hits

SELALU SIAP SIAGA MEWASPADAI KEADAAN DARURAT

Administrator
21 Apr 2011
Layanan Info Publik

Lebih lanjut, Hamir menyampaikan bahwa struktur tanah di Indonesia tidak berbeda jauh dengan Jepang, artinya kemungkinan seringnya terjadinya gempa sama dengan di Jepang. Pada dasarnya korban-korban yang meninggal pada bencana gempa sebenarnya diakibatkan karena runtuhan dan lebih banyak disebabkan oleh konsletnya kabel atau aliran listrik gedung pasca guncangan gempa, jelasnya.

Diharapkan dengan pelatihan ini, dapat dijadikan bekal bagi kita dalam menghadapi bencana yang terjadi. Tidak hanya melalui teori saja, tapi pelatihan ini juga harus dibarengi dengan praktek. Hal ini dimaksudkan agar kita terbiasa dengan simulasi kebakaran, sehingga apabila nantinya terjadi kebaran kita tidak panik dan dapat menanggulanginya secara tepat, ucapnya.

Senada dengan Hamir, Kepala Bagian Rumah Tangga BPPT, Sudiono mengatakan pelatihan penanggulangan bencana secara rutin diadakan untuk selalu mengingatkan kita agar siap siaga menghadapi bencana. Selain itu juga ditujukan untuk peningkatan pengetahuan para Relawan Peran Lantai dalam mewaspadai keadaan darurat.

Tujuan dan sasaran dari pelatihan adalah untuk memberikan pengetahuan dalam menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Sedangkan hal yang melatarbelakanginya karena adanya tuntutan Relawan Peran Lantai BPPT agar selalu wasapada dan terus merefresh kemampuan serta pengetahuan mereka dalam menghadapi keadaan darurat, jelas Sudiono lebih lanjut.

Pada kesempatan yang sama, Instruktur Dinas Pemadaman Kebakaran DKI Jakarta, Yan Saiyan mengatakan bahwa kebakaran itu bukanlah suatu musibah melainkan suatu resiko dari nyala api yang tidak kita inginkan, tidak terkendali dan dapat mengakibatkan kerugian baik harta, benda maupun jiwa.

Dalam paparannya mengenai teori teknik pemadaman dan evakuasi, Sahrudin yang juga dari Dinas Pemadaman Kebakaran DKI Jakarta, menjelaskan bahwa dalam sistem manajemen evakuasi kebakaran harus ada tiga unsur didalamnya yang saling berkaitan dan berkesinambungan, yaitu adanya sarana jalan keluar, peran personil atau relawan dan prosedur tindakan evakuasi.

Kegiatan pelatihan tersebut dirangkaikan dengan simulasi dan praktek penggunaan APAR dan cara pemadaman kebakaran yang benar yang dilakukan oleh para Relawan Peran Lantai BPPT dan rekan-rekan outsourcing dengan didampingi oleh Instruktur Dinas Pemadaman Kebakaran DKI Jakarta di lapangan parkir BPPT. (KYRAS/humas)