8670
Hits

SEMEN TULANG BPPT SIAP DIAPLIKASIKAN

Formula ini telah memenuhi uji sifat mekanik, porositas, dan sifat-sifat toksisitasnya terhadap sel-sel hidup (fibroblast), kata Perekayasa PTM BPPT, Asep Riswoko.

Keunggulan lain semen tulang kerasi BPPT, menurutnya, semen tulang ini dapat mengering dalam waktu sekitar 10 menit ketika dicampurkan dengan cairan tertentu. Lebih dari itu, berdasarkan hitungan secara kasar, produk bubuk PMMA tersebut dapat dipasarkan dengan harga jauh lebih murah dibanding produk impor.

Berdasarkan hasil Pengujian sifat-sifat mekanik yang membandingkan bubuk PMMA buatan BPPT dengan produk komersial yang dilakukan di Sentra Teknologi Polimer (STP), Asep menyampaikan bahwa kekuatan patah (tensile strength) PMMA BPPT ialah 16,52 mega pascal (mPa), sedangkan produk komersial 21,11 mPa.

Selain itu, pada kekuatan tekan (compression test) PMMA BPPT ialah 60,22 Mpa, sedangkan produk komersial 67,98 Mpa, tambahnya. Jika dilihat dari kualitas sifat mekanik, PMMA 125 mm BPPT memang masih sedikit lebih rendah dibandingkan dengan produk komersial yang dikarenakan pada masalah formulasi.

Namun, dari segi lain, hasil kerekayasaan BPPT ini memiliki keunggulan dibandingkan produk komersial yang telah beredar, yakni ukuran pori-pori yang lebih besar. Berdasarkan analisis morfologi dengan menggunakan scanning electrone microscope (SEM), diperoleh hasil bahwa PMMA 125 mm BPPT memiliki ukuran pori-pori antara 97,9 mm sampai 314 mm, sedangkan produk komersial 67,1 mm sampai 901 mm.

Untuk karakter toksisitas, dalam hal ini PTM BPPT bekerja sama dengan Departemen Orthopedi dan Traumatologi Rumah Sakit Dr Soetomo, Surabaya. Tujuan uji toksisitas ini untuk memenuhi syarat bahan medik di bidang kedokteran yang harus bersifat biokompatibel yaitu dapat diterima tubuh. Selain itu bahan ini harus tidak merugikan terhadap lingkungan biologis, baik lokal maupun sistemis, katanya.

Jadi, bahan semen tulang hasil pengembangan BPPT tersebut sudah bersifat biokompatibel dan bersifat merangsang pertumbuhan sel-sel baru di dalam tulang. Selain itu, jika bahan ini dicampurkan dengan cairan tertentu hingga menjadi adonan semen tulang, proses mengeringnya sekitar 10 menit. Dengan demikian, ada cukup waktu bagi dokter bedah untuk melakukan perbaikan tulang yang rusak akibat kecelakaan maupun penyakit, paparnya lebih lanjut.

Yang terpenting, menurut Asep, harga semen tulang BPPT lebih murah dibandingkan produk impor. Berdasarkan perhitungan, harga semen tulang kurang dari 300 ribu rupiah per 40 gram. Sedangkan harga produk impor sampai sekarang masih berkisar pada angka satu juta rupiah sampai 1,2 juta rupiah.

Metode Polimerisasi


Prosedur kerja pembuatan bubuk PMMA diawali dengan mencampurkan PVP dengan air steril ke dalam suatu reaktor yang telah dilengkapi dengan pengaduk, kondensor (pendingin), dan alat pengukur temperatur atau thermometer. Proses selanjutnya, dilakukan penambahan inisiator (pemicu) radikal bebas BPO dan MMA, jelas Asep.

Kemudian, Formula tersebut diaduk dengan kecepatan 700 rpm dan dipanaskan pada suhu 80 derajat celcius selama satu sampai tiga jam atau sampai tampilannya tampak seperti susu. Langkah berikutnya, cairan seperti susu tersebut diendapkan dan patikel PMMA disaring.

Terakhir, dilakukan pengayakan dengan ayakan berukuran 125 mm. Dengan proses sederhana dengan kontrol suhu satu fase dan waktu reaksi pendek maka dihasilkan morfologi produk PMMA yang homogen berbentuk spheric (bulat), jelas Asep. (KYRAS/humas)