6497
Hits

Siap Diproduksi Alat Uji PCR Covid-19 Buatan Indonesia

Kabar baik untuk penanganan virus corona dan di tengah semakin bertambahnya jumlah pasien positif. Sebentar lagi Indonesia dapat memproduksi test kit Polymerase Chain Reaction (PCR) yakni alat tes yang diklaim paling valid untuk menentukan apakah seseorang positif terinveksi virus Covid 19 atau tidak.

 

BPPT melalui Indonesia Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC19), sebentar lagi dapat memproduksi sendiri test kit Polymerase Chain Reaction (PCR) secara mandiri dan sedang diproduksi oleh PT Biofarma.

 

TFRIC19 sendiri dibentuk atas inisiasi BPPT yang ditunjuk sebagai koordinator percepatan pengembangan produk dalam negeri, guna mengatasi wabah Covid-19 yang menjadi pandemik dunia dan Indonesia.

 

Donasi masyarakat melalui gerakan Indonesia PASTI BISA telah memberikan kekuatan yang luar biasa untuk mewujudkan test kit PCR dalam negeri, sebagai bagian penguatan kemampuan nasional dalam menangani pandemi Covid-19.

 

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT Soni Solistia Wirawan menyebut PCR ini dinilai lebih tervalidasi lantaran langsung menggunakan sample darah orang Indonesia, bukan orang luar.

 

Dengan menggunakan sample Covid-19 orang Indonesia asli, maka menurutnya sensitivitas alat tersebut dalam mendeteksi keberadaan virus penyebab Covid-19 di tubuh manusia Indonesia menjadi lebih tinggi dibanding alat tes lain yang diproduksi dari luar negeri yang menggunakan sample dari negara mereka sendiri.

 

“Punya kita ini kan di tes oleh sample Covid-19 yang positif orang Indonesia. PCR kit itu banyak, yang nawarin dari luar banyak. Tapi mungkin mereka PCR kit nya lebih cocok untuk kasus Covid yang ada di tempat mereka. Misalnya di China, mereka coba sample positif Covid di China, kalau di Indonesia belum tentu cocok”, ujarnya saat acara Sapa Indonesia di Kompas TV (26/04).

 

Sementara, Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan PT Bio Farma Sri Harsi Teteki mengatakan, keunggulan PCR kit anak bangsa ini salah satunya ialah proses distribusi dan pengadaan yang lebih cepat serta akurasi PCR jauh lebih bagus.

 

Sebagai karya anak bangsa lanjut Sri, ini adalah saatnya kolaborasi bareng untuk inovasi dan hilirisasi dari riset ini menjadi peran penting di Bio farma untuk menghadirkan PCR kit lebih cepat.

 

Guna menjaga kelangsungan ini dan melihat bahwa respon yang sangat antusias membuat kami bersemangat melakukan proses selanjutnya, tidak hanya 100 ribu test kit saja, tapi kita akan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan nasional, ujarnya.

 

Ia menyebut, untuk proses distribusi 100 ribu tes kit, pihaknya akan melakukan sesuai dengan gerakan Indonesia Pasti Bisa. Untuk 100 ribu pertama akan distribusikan melalui ruma sakit dan laboratorium yang menjadi rujukan. Adapun target distribusi dibulan Juni dan akhir Mei yang 100 ribu, kemudian 50 ribu perminggu.

 

Dikesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sangat gembira sekali dengan akan diproduksinya alat PCR buatan anak negeri.

 

PCR ini menjadi solusi yang di tunggu-tunggu, Ia berharap semoga dengan PCR buatan dalam negeri, target memetakan virus corona dapat diketahui sehingga bisa melokalisir dan merespon dengan baik melalui data. (Humas BPPT)