8951
Hits

SURVEI KELAUTAN UNTUK MIGAS DAN IPTEK

Imam juga mengatakan, sudah ada beberapa pihak yang menyatakan minatnya untuk melakukan kerjasama dengan BTSK dalam melakukan eksplorasi migas. ‚Mereka ingin menggunakan Kapal Baruna Jaya (BJ) II karena BJ II merupakan kapal Indonesia pertama yang memiliki teknologi seismic high resolution‚.

Menurut Imam, ekplorasi migas tersebut adalah satu dari tiga program prioritas BPPT untuk tahun 2010 ini. ‚Selain program eksplorasi migas, BTSK juga melakukan beberapa kegiatan survei. Diantaranya pada bulan Januari lalu, kami telah menyelesaikan survei di perairan laut Bangka untuk mengetahui potensi mineral yang terkandung disana‚.

Imam menambahkan, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan China dan Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) dalam kegiatan survei deployment buoy China di perairan barat selat sunda dan perairan selatan Cilacap. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pengamatan arus laut dan meteorologi laut. ‚Baru-baru ini, kami telah melakukan juga deployment buoy InaTEWS di perairan Mentawai dan perairan Simeuleu. Saat gempa di Aceh beberapa waktu lalu, buoy di Mentawai berhasil mendeteksi gelombang tsunami di laut lepas sebesar 2cm. Ini membuktikan alat buoy Ina TEWS berfungsi dengan baik‚, katanya.

Kerjasama NOAA

Bersama dengan Kapal Okeanos Eksplorer milik NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), Kapal BJ IV BPPT akan melakukan survei oseanografi serta pengumpulan data dan sampel biologi laut di perairan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, Juli mendatang.

Okeanos Explorer akan mengandalkan kamera video dan foto bawah laut yang mampu menyelam hingga 6.000 meter. Gambar hasil rekaman tersebut akan dikirimkan secara langsung ke stasiun penerima di darat melalui jaringan internet. ‚Kami juga sedang mengusahakan agar video tersebut, dapat juga disiarkan langsung tidak hanya ke universitas di Amerika tetapi juga ke Universitas di Indonesia‚, imbuhnya. (YRA/humas)

‚Untuk memenuhi komitmen terhadap dunia migas Indonesia‚. Itulah yang dikatakan Imam saat menceritakan tentang kerjasama yang dilakukan antara Balai Teknologi Survei Kelautan (BTSK) BPPT dan Elnusa. Lebih jauh Ia menerangkan, kerjasama eksplorasi migas yang dilakukan dengan elnusa kali ini dilakukan di perairan utara Indramayu dengan menggunakan metode high resolution seismic. ‚Kerjasama ini adalah yang kesekian kalinya kita lakukan‚, tambahnya.

Imam juga mengatakan, sudah ada beberapa pihak yang menyatakan minatnya untuk melakukan kerjasama dengan BTSK dalam melakukan eksplorasi migas. ‚Mereka ingin menggunakan Kapal Baruna Jaya (BJ) II karena BJ II merupakan kapal Indonesia pertama yang memiliki teknologi seismic high resolution‚.

Menurut Imam, ekplorasi migas tersebut adalah satu dari tiga program prioritas BPPT untuk tahun 2010 ini. ‚Selain program eksplorasi migas, BTSK juga melakukan beberapa kegiatan survei. Diantaranya pada bulan Januari lalu, kami telah menyelesaikan survei di perairan laut Bangka untuk mengetahui potensi mineral yang terkandung disana‚.

Imam menambahkan, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan China dan Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) dalam kegiatan survei deployment buoy China di perairan barat selat sunda dan perairan selatan Cilacap. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pengamatan arus laut dan meteorologi laut. ‚Baru-baru ini, kami telah melakukan juga deployment buoy InaTEWS di perairan Mentawai dan perairan Simeuleu. Saat gempa di Aceh beberapa waktu lalu, buoy di Mentawai berhasil mendeteksi gelombang tsunami di laut lepas sebesar 2cm. Ini membuktikan alat buoy Ina TEWS berfungsi dengan baik‚, katanya.

Kerjasama NOAA

Bersama dengan Okeanos Eksplorer milik NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) BJ IV BPPT akan melakukan survei oseanografi serta pengumpulan data dan sampel biologi laut di perairan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, Juli mendatang.

Okeanos Explorer akan mengandalkan kamera video dan foto bawah laut yang mampu menyelam hingga 6.000 meter. Gambar hasil rekaman tersebut akan dikirimkan secara langsung ke stasiun penerima di darat melalui jaringan internet. ‚Kami juga sedang mengusahakan agar video tersebut, dapat juga disiarkan langsung tidak hanya ke universitas di Amerika tetapi juga ke Universitas di Indonesia‚, imbuhnya. (YRA/humas)