7881
Hits

TAB: CAPAI KETAHANAN PANGAN DAN KESEHATAN MELALUI TEKNOLOGI DAN INOVASI

{rokbox}images/stories/listyani.jpg{/rokbox}

Banyak capaian-capaian Kedeputian TAB yang telah dirasakan serta dibuktikan kemanfaatannya, mulai dari diversifikasi pangan hingga pada teknologi reproduksi, dari alat kesehatan sampai kultur jaringan. Sebagai Deputi TAB, Listyani Wijayanti tentunya memahami langkah-langkah apa saja yang perlu diambil agar kiprah Kedeputian TAB tetap sejalan dengan perkembangan yang ada saat ini, termasuk juga mempersiapkan Kedeputian TAB dalam menjawab tantangan yang akan dihadapi Indonesia dimasa mendatang. Berikut petikan wawancaranya.

Selama 12 tahun Kedeputian TAB, capaian-capaian apa saja yang berhasil dilakukan?

‚Banyak sekali capaian-capaian yang telah Kedeputian TAB lakukan, misalnya saja pada teknologi agro, Kami telah menghasilkan beberapa teknologi yang terkait dengan diversifikasi pangan berbasis pati atau tepung, teknologi ekstraksi dan pemurnian minyak atsiri dan teknologi produksi jagung hibrida yang tahan terhadap penyakit bulai. Kami juga telah berhasil mengembangkan teknologi reproduksi Domba Garut melalui aplikasi teknologi laser puncture dan inseminasi buatan.

Untuk teknologi kesehatan, kami telah banyak mengembangkan formula obat herbal untuk berbagai indikasi khasiat serta pembuatan unit kristalisasi jamu. Selain itu, kami juga mengembangkan beberapa alat kesehatan seperti PC USG, Telekardiologi dan biosensor untuk pemeriksaan kadar gula darah‚.

Isu-isu nasional apa saja yang dirasakan penting untuk segera ditindak lanjuti Kedeputian TAB?

‚Isu penting yang harus ditindaklanjuti dengan segera adalah ketahanan pangan dan kesehatan yang selama ini juga menjadi isu nasional. Kedeputian TAB dituntut untuk berperan serta dalam menyelesaikan persoalan nasional tersebut‚.

Mengapa isu kesehatan dan pangan yang menjadi fokus perhatian?


‚Menurut sensus 2010, jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 240 juta jiwa, jumlah sebesar itu tentunya akan berimplikasi pada ketersedian pangan, energi dan air, termasuk juga faktor kesehatan.

Pada bidang pangan, dalam Konferensi Dewan Ketahanan Pangan beberapa waktu yang lalu, Presiden RI telah menyebutkan terdapat sembilan persoalan yang terkait dengan ketahanan pangan. Kedeputian TAB berperan langsung pada empat persoalan didalamnya termasuk juga dalam upaya pemecahannya. Pertama, masalah koordinasi, sinergi dan terintegrasinya sistem. Kedua adalah upaya meningkatkan produksi komoditas unggulan seperti beras, kedelai dan gula. Ketiga, penganekaragaman konsumsi pangan dan keempat adalah sistem cadangan dan distribusi serta rantai pasokan logistik nasional yang efisien.

Sementara itu untuk bidang kesehatan, kami telah melaksanakan program pengembangan obat herbal untuk penanganan Diabetes Mellitus dan kanker serta pencarian kandidat senyawa obat dan produksi bahan baku obat turunan beta lektam. Semua itu merupakan salah satu upaya agar kekayaan sumberdaya hayati Indonesia mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui pemanfaatan untuk obat tradisional atau sebagai kandidat senyawa obat‚.

Bagaimana dengan daya saing dan kemandirian bangsa? Apa yang dapat Kedeputian TAB lakukan dan peran seperti apa yang dimainkan?


‚Saat ini harus diakui kita belum bisa disebut mandiri, demikian juga dengan daya saing. Sebagian besar kekayaan alam Indonesia belum diolah lebih lanjut dengan teknologi, yang artinya tidak bernilai tambah. Untuk itu Kedeputian TAB akan memfokuskan pada pengembangan teknologi produk komoditas unggulan nasional, seperti kelapa sawit. Selain mengembangkan teknologi produksi CPO skala mini, kami juga akan mengembangkan turunannya yang dapat dijadikan substitusi produk petrokimia.

Demikian juga dengan kemandirian kita akan pangan dan kesehatan, dimana masih banyak kebutuhan nasional yang harus tergantung dengan produk impor. Untuk itu program Kedeputian TAB akan difokuskan pada pencapaian kemandirian dalam pangan dan kesehatan. Caranya adalah dengan mendorong dunia usaha untuk menjadikan teknologi dan inovasi sebagai basis usaha. Diversifikasi bisnis dengan paket teknologi, akan di diseminasikan pada berbagai kelompok usaha dari yang terkecil hingga skala industri‚.

Apakah cara-cara tersebut akan berhasil untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa?

‚Saya yakin iya. Cara-cara tersebut akan membuat nilai tambah bagi produk yang dihasilkan oleh dunia usaha, dengan begitu maka daya saing produk tersebut akan semakin menguat. Secara pararel, daya saing yang kuat akan meningkatkan perekonomian nasional dan akhirnya menciptakan kemandirian‚.

Untuk menuju kesana, tentunya memerlukan perencanaan yang matang. Prioritas apa yang akan Kedeputian TAB lakukan dalam waktu dekat?

‚Prioritas Kedeputian TAB dalam waktu dekat adalah menata kembali program-program yang ada agar menjadi lebih fokus, terintegrasi dan berdampak nasional. Kita juga akan memetakan kemampuan SDM yang ada serta fasilitas yang dimiliki. Hal tersebut dirasa penting karena dengan begitu kegiatan dan program yang dikerjakan, akan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mitra‚. (KYRA/humas)