5093
Hits

Technopark Lampung Tengah Siap Kembangkan Komoditas Padi dan Singkong

 

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan Lampung memiliki potensi yang sangat besar, mulai dari komoditas padi, singkong dan peternakan sapi. Dengan adanya Technopark maka akan menjadi wahana bagi kademisi, bisnis dan pemerintah, untuk lebih mengembangkan komoditasnya.

 

"Technopark harus bisa mendukung peningkatan pendidikan, industri, pertanian dan peternakan di daerah. Sehingga perekonomian masyarakatnya bisa meningkat dan sejahtera," kata Unggul, di acara Penandatanganan MoU antara BPPT, Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, Tentang Pengembangan Technopark di Lampung Tengah, di Gedung BPPT, Jakarta, (28/04).

 

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dalam sambutannya mengatakan komoditas unggulan di Lampung khususnya di Lampung Tengah tidak akan berkembang lebih pesat tanpa adanya dukungan dari riset dan teknologi. Oleh karena itu, peran dari riset dan teknologi sangat penting guna mendongkrak jumlah komoditas.

 

"Kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya Lampung akan penerapan dan pengkajian teknologi sangat penting. Tujuannya agar kita tidak hanya menjadi penikmat teknologi dari luar negeri saja. Kedepannya dengan dibangun Technopark diharapkan muncul penerapan riset dan teknologi karya anak bangsa sendiri yang bisa membuat masyarakat keluar dari jebakan middle income trap. Sehingga masyarakat bisa menjadi lebih sejahtera," kata M Ridho.

 

Sementara, Bupati Lampung Tengah A. Pairin mengatakan sangat beruntung kawasannya dipilih menjadi tempat pembangunan Technopark. Semoga program Technopark ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Lampung khususnya Lampung Tengah.

 

"Jumlah komoditas utama di daerah Lampung Tengah adalah sapi, padi dan singkong. Di tahun 2014, total produksi padi kami mencapai 794.713 ton, singkong 2.310.815 ton dan sapi 205.000 ekor. Oleh karena itu, dengan dibangunnya Technopark ini kami berharap untuk lebih meningkatkan jumlah produksi dari tiga komoditas utama tersebut," tutup Pairin. (Humas)