6090
Hits

Teknologi Ex-Vitro BPPT Penuhi Kebutuhan Benih Kentang Petani Kabupaten Wonosobo

Administrator
20 Nov 2019
Layanan Info Publik

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Soni Solistia Wirawan bersama  Bupati Kabupaten Wonosobo, DPRD, Muspika dan masyarakat Kecamatan Kejajar melakukan panen hasil perbanyakan benih kentang menggunakan teknologi ex-vitro. Kegiatan tersebut rangkaian acara Diseminasi Teknologi Penyediaan Benih Tanaman Kentang Secara Ex-Vitro di Desa Serang Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo, Rabu (20/11/19).

 

Perbanyakan benih kentang dengan teknologi ini dapat dikatakan berhasil. Dari lahan petani dengan luasan 6.000 m2, jarak tanam 80 x 35 cm dengan populasi tanaman 14.000 mampu menghasilkan kentang dengan produktivitas sangat tinggi yaitu dengan rata-rata  1,5 kg pertanaman atau 33 ton/ha.  Sedangkan petani konvensional dengan populasi tanam 40.000 benih tanaman per ha hanya mampu menghasilkan 12 – 15 ton.

 

Deputi Soni mengatakan, BPPT melalui Balai Bioteknologi bermitra dengan PT Adhiguna Laboratory dan masyarakat petani (penangkar dan budidaya) di Kabupaten Wonosobo dan sekitarnya telah berhasil membina lebih dari 50 petani kentang yang tergabung dalam beberapa kelompok tani untuk memanfaatkan teknologi perbanyakan dan atau benih kentang hasil perbanyakan secara ex vitro.

 

Melalui Balai Bioteknologi ini lanjut Soni, inovasi teknologi bioreaktor ex-vitro untuk perbanyakan kentang yang telah dilakukan memiliki keunggulan yaitu proses perbanyakannya cepat, efisien dalam penggunaan media tanam, serta benih memiliki performance atau vigor yang lebih baik sehinga persentase keberhasilan hidupnya sangat tinggi dan mudah dalam handling benih. 

 

Inovasi lain yang dikembangkan untuk melengkapi teknologi ex vitro menurutnya adalah,  teknologi perbanyakan tanaman menggunakan sistem bioreaktor. Sistem kultur Bioreaktor merupakan teknik perbanyakan tanaman menggunakan metode kultur jaringan (in-vitro) dengan memodifikasi sistem sumber karbon dan media tanam.  Teknologi bioreaktor ex-vitro ini merupakan penyempurnaan dari teknologi ex-vitro tahun sebelumnya.

 

Sementara, Kepala Bioteknologi BPPT Agung Eru Wibowo mengatakan Biotek dalam hal ini mempunyai tugas untuk menghilirisasi hasil-hasil inovasi teknologi yang akan disampaikan kepada masyarakat dan nantinya akan menjadi laporan kinerja BPPT ke pemerintah juga masyarakat.

 

Biotek juga berkomitmen dan berkerja sama dengan Adhiguna Laboratory dan masyarakat Wonosobo untuk turut bersama-sama mengembangkan dan memasyarakatkan tentang pertanian kentang.

 

Agung menyampaikan dan mengkonfirmasi secara teknis apakah teknologi yang sudah dikembangkan dapat diaplikasikan di masyarakat dengan hasil-hasil yang diperoleh akan menjadi feedback untuk melakukan improvement/perbaikan untuk menghasilkan inovasi baru khususnya dibidang perbanyakan benih kentang ini.

 

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Wonosobo Abdul Munir mengatakan bahwa teknologi ex-vitro yang telah dikembangkan BPPT ini amat sangat bermanfaat untuk masyarakat Wonosobo, dengan penerapan teknologi ex-vitro BPPT turut mendukung petani Wonosobo dengan inovasi-inovasi baru yang telah dihasilkan, kedepan diharapkan upaya perbanyakan benih kentang secara mandiri dapat secara merata diterapkan diseluruh wilayah di Kabupaten Kejajar dan juga Wonosobo.

 

Diharapkan adopsi teknologi hasil kajian litbang meningkat dan semakin banyak petani yang dapat melakukan penyediaan benih tanaman kentang bisa tumbuh dengan maksmimal dan berkualitas serta dapat bermanfaat bagi masyarakat, jelasnya. (Humas/HMP)