8584
Hits

TEKNOLOGI LASER TINGKATKAN KESELAMATAN PENUMPANG KA

Untuk tetap memastikan rel selalu dalam kondisi layak pakai, inspeksi rel secara rutin mutlak dilakukan. Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi (PTIST), sebagai salah satu unit BPPT yang bergerak dalam bidang transportasi di Indonesia, mencoba mengembangkan terobosan baru pertama di Indonesia, yang dapat melakukan inspeksi pada rel dan catenary (Listrik Aliran Atas/ LAA) secara lebih cepat dan akurat.

‚Teknologi yang kami kembangkan adalah dengan menggunakan teknologi laser. Dengan hanya menempatkan laser scan pada kereta ukur, kondisi rel dan catenary dapat dengan mudah diketahui‚, Chief Engineer Program Desain Sistem Pengukuran Dimensi atau Profil Catenary dan Rel Kereta Api dengan Teknologi Laser, Setyo Margo Utomo, Kamis (10/06).

Berbekal alat laser sensor yang dibeli dari luar negeri, Setyo dan tim yang berjumlah empat orang melakukan akusisi dan pengolahan data serta integrasi sistem. ‚Kenapa laser sensor kita impor? Karena apabila kita membuat sendiri, akan sangat tidak ekonomis disbanding dengan jumlah yang kita butuhkan. Dengan melakukan integrasi sistem, biaya dapat kita tekan dibandingkan membeli laser sensor lengkap dengan sistemnya‚.

Untuk mendukung kinerja laser scan, akan digunakan juga GPS untuk dapat mengetahui letak rel atau catenary yang telah melewati batas ambang keausan. ‚Dengan bantuan GPS, baik rel atau catenary yang aus dapat langsung diketahui dan ditindak lanjuti. Jadi tidak ada lagi cerita tentang kereta anjlok karena rel aus‚ , jelas Setyo.

Tanggal 18 Mei 2010 lalu PTIST telah melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan PT INKA di Madiun tentang Pembuatan Desain Sistem Pengukuran Rel dan Catenary dengan Teknologi Laser untuk Kereta Ukur. Hal tersebut adalah dalam rangka mendukung PT INKA dalam Pembuatan kereta ukur sekaligus mendukung kemampuan industri transportasi nasional.

‚Kami mentargetkan kerjasama ini dapat memiliki hasil dalam waktu 2-3 tahun. Targetnya adalah menciptakan kereta ukur dengan biaya murah namun tetap dengan kualitas yang terjamin. Idealnya, satu Daerah Operasional (Daop) memiliki satu kereta ukur. Dengan begitu maka jalur kereta api dapat senantiasa termonitoring dan terpelihara. Yang utama adalah menjaga keselamatan dari setiap pengguna kereta api‚, ujar Setyo. (YRA/humas)

(dokfoto: google)