2069
Hits

THE 2ND ASEAN CIO FORUM 2013: “Shaping Asean Future Through E-Leadership and Collaboration” (I)

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Kementerian Kominfo serta sekretariat ASEAN di Jakarta menjadi pelaksana dari ASEAN CIO Forum ke dua ini, acara ini dilangsungkan selama dua hari 10-11 Juni 2013 di Auditorium BPPT. Pertemuan ini dibuka oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan MenPAN-RB Azwar Abubakar, serta para delegasi CIO dari seluruh negara ASEAN yaitu Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei, Philipina, Laos, Vietnam, dan Myamar. Selain itu sejumlah 400 peserta dari para pemerhati TIK, baik ilmuwan, praktisi dan profesional di bidangnya turut serta dalam acara ini.

“Pembicara-pembicara profesional TIK dari negara ASEAN dan kepala pemerintahan daerah di Indonesia akan menjadi narasumber dalam Panel Diskusi yang akan diselenggarakan hari ini dan besok, dengan topik diantaranya pengalaman para pemda dalam mengelola TIK, kebijakan pembangunan TIK.  Selain itu, akan dilaksanakan juga paralel track discussion yang dibagi dalam 3 topik untuk setiap harinya,” jelas Hammam.

Sementara itu, Kepala BPPT Marzan A Iskandar, menegaskan bahwa CIO dengan didukung kemampuan ICT dan infrastrukturnya, akan membawa keuntungan bagi tiap instansi. ICT atau Teknologi Informasi dan Komunikasi pun menjadi salah satu dari 12 bidang teknologi yang menjadi fokus BPPT. 

Menurutnya, CIO BPPT telah lama ikut berpartisipasi dalam mendukung peningkatan peran CIO melalui ICT. “Mulai dari 2009, dengan dipimpin langsung oleh Kepala BPPT, BPPT berhasil melakukan migrasi ke software legal atau open source. Sedangkan pada 2010, CIO BPPT berhasil meluncurkan Good ICT Governance. Di 2011, CIO BPPT juga telah melengkapi infrastuktur di Komplek PUSPIPTEK Serpong. 2012 lalu, CIO BPPT juga telah menghadiri ASEAN CIO FORUM di Bangkok dan Indonesian CIO FORUM. Dan tahun ini, BPPT bertindak sebagai penyelenggara dari The 2nd ASEAN CIO FORUM,” ungkap Marzan.

Lebih jauh lagi, menurut Marzan, tugas CIO dalam lima tahun kedepan akan semakin sulit dan kompleks. “Misalnya cloud computing berbasis ICT peripheral, data-data untuk para pengambil kebijakan, pertukaran informasi  yang sangat-sangat rahasia, juga kejahatan cyber. Itulah alasannya pembangunan ICT sangat-sangat diperlukan,” tegasnya.

Berbicara mengenai ICT, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan bahwa 80% penduduk ASEAN menggunakan ICT dakam kesehariannya. “Dengan menyebarnya internet ke seluruh ASEAN, menjadikan ICT sangat penting bagi negara ASEAN. Ini menunjukan bahwa pemerintah-pemerintah di ASEAN, sangat perlu untuk mengambil langkah penting dalam mengatur perkembangan ICT kedepan,” terangnya.

Dengan peningkatan TIK, Hatta menilai hal tersebut membuka kesempatan lebih besar bagi  pemerintah untuk dapat menjangkau setiap warga negaranya, secara lebih personal. “Pemerintah akan menjadi lebih efisien, efektif, dan mudah di akses oleh setiap penduduk,” ucap Hatta.

Yang terpenting menurut Hatta adalah, bagaimana agar ICT ini dapat digunakan untuk menciptakan mutual benefits, tidak hanya bagi pemerintah dan pebisnis di kawasan ASEAN, tetapi juga bagi setiap penduduk di lingkungan ASEAN.

Diskusi Paralel

Untuk lebih menfokuskan pada pengembangan ICT di Asean, acara pun dibagi menjadi tiga tempat berbeda dengan pokok bahasan yang beragam. Pada parallel track 1 bertema Government CIO dengan narasumber Arry Akhmad Arman membahas GCIO Education and Standar, Yudho Giri S dengan bahasan ICT Implementation-Planning Phase, lalu Khun Angsumal Sunalai membahas Measurement and Optimitation of Contribution and Benefit, dan Dwi Handoko dengan bahasan seputar e-Licencing Frequency.

Lalu pada Parallel Track 2 mengusung tema Cloud Computing to Boost Businnes Agility, adapun pembicara yang hadir yaitu Neil Cresswell dengan bahasan Cloud Computing Related Technologies And Solutions, lalu Aloysius Cheang membahas ASEAN IT Security: Hope, Solution and Proposal, serta bahasan mengenai Cloud Computing Implementation from Oil and Gas Perspective oleh Susilo, dan ICT in Banking: Solving Scalability Issues oleh Zulhelfi Abidin. Pada Parallel Track 3 dengan tema Cyber Security, bahasan pertama tentang Defending Virtual World oleh Arief Suliestyo, lalu ICT Security oleh Andi Harmaini.

Direncanakan esok, akan dideklarasikan Jakarta Statement yang berisi tentang kerjasama pengelolaan ICT di tiap negara ASEAN, serta kebijakan pertukaran informasi dan keamanan informasi antar negara ASEAN.