5473
Hits

TIEM 2011: MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI NASIONAL

Unggul mencontohkan pada pelayanan publik misalnya, dimana Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) saat ini sedang bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dalam pelaksanaan e-KTP. Diharapkan dengan adanya e-KTP, tidak ada lagi kasus pemalsuan identitas.

Demikian juga dengan pelaksanaan e-voting. Saat ini PTIK sedang melaksanakan simulasi e-voting di beberapa tempat, seperti yang dilakukan di Pandeglang, Banten, Desember lalu. Rencananya, simulasi yang sama juga akan dilakukan di Tangerang Selatan dan Bengkulu.

Kemudian untuk meningkatkan kemandirian bangsa, Unggul mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendorong pemanfaatan energi panas bumi di beberapa daerah. "Selama ini kita masih banyak mengandalkan bahan bakar fosil untuk diesel, sementara potensi energi panas bumi masih belum optimal pemanfaatannya. Kita dorong daerah untuk mengembangkan potensi kecil, misalnya 2-5MW. Dengan bermitrakan industri nasional, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi Indonesia untuk pasokan energi listrik. Dari situ juga, diharapkan akan lahir kemandirian bangsa dalam hal penyediaan teknologi dan komponen untuk energi, yang selama ini kita masih harus impor," kata Unggul.

"Hal yang sama juga akan dilakukan untuk mendukung peningkatan daya saing industri. Tahun ini kita berencana untuk melakukan kerjasama dengan industri boiler untuk gasifikasi batubara. Gasifikasi batubara ini akan mampu mengalihkan penggunaan solar pada diesel, dimana hal itu akan berefek pada pengurangan biaya produksi yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing industri," tambahnya.

Tahun 2011 ini, Unggul mengatakan bahwa kedeputiannya juga akan melakukan kajian terhadap standarisasi baja, dimana Indonesia saat ini belum memiliki standarisasi yang kuat. Hal tersebut, dikhawatirkan Unggul, akan merusak daya saing industri karena produk impor yang masuk akan sangat beragam ukuran standarnya.

"Pada tahun ini pula, kami akan kembali mengeluarkan Buku Outlook Energi Indonesia, dimana dalam buku ini akan berisikan prediksi atau asumsi dasar tentang apa yang akan dialami Indonesia dalam hal energi pada masa mendatang. Kami juga berencana akan mengeluarkan buku yang sama untuk bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan Material. Ini semua merupakan bentuk tanggung jawab kami kepada pemerintah dan masyarakat, dalam memberikan rekomendasi teknis, khususnya pada bidang teknologi informasi, energi dan material", jelas Unggul. (KYRA/humas)