1570
Hits

Tingkatkan Kompetensi Dan Profesionalisme ASN, BPPT Gelar Pelatihan JF Perekayasa

Administrator
12 Jul 2021
Layanan Info Publik

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat BPPT) kembali selenggarakan Pelatihan Jabatan  Fungsional  Perekayasa  Angkatan  IV  Tahun 2021 secara daring (12/07).

 

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan salah satu bagian penting dalam perkembangan organisasi pemerintahan. Mengingat pentingnya keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) di setiap organisasi, maka kualitas dan kuantitas SDM pemerintahan harus dapat sesuai dengan kebutuhan organisasi, agar pencapaian tujuan organisasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

 

Profesionalisme SDM menurutnya menjadi salah satu kunci dalam pencapaian organisasi pemerintah yang berkualitas dan berdaya guna dalam menjawab tuntutan perkembangan lingkungan organisasi pemerintahan.

 

Disebutkan Hammam, jabatan Fungsional Perekayasa yang saat ini berjumlah 2795 adalah sebagai salah satu jabatan Fungsional di Indonesia yang merupakan media pengembangan karir ASN yang diarahkan menjadi sumberdaya professional dan jabatan Fungsional Perekayasa diarahkan menjadi mesin pengembangan dan inovasi.

 

Sebagai Instansi Pembina jabatan Fungsional Perekayasa, BPPT lanjut Hammam telah mengusulkan beberapa perbaikan terkait pembinaan karir dan hasil kinerjanya. Usulan tersebut sudah diakomodir dalam PermenpanRB Nomor 14 Tahun 2021.

 

Selain itu, guna meningkatkan kualitas Fungsional Perekayasa maka dalam PermenpanRB telah diatur syarat dalam menduduki  jabatan Fungsional tersebut yakni Perekayasa Ahli Madya telah menyelesaikan pendidikan Strata 2 atau Magister dan Perekayasa Ahli Utama yaitu telah menyelesaikan pendidikan Strata 3 atau Doktor.

 

Peningkatan kualitas ini diusulkan agar kedepan para Perekayasa menjadi lebih profesional dan kompeten dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya di bidang kerekayasaan, khususnya pada bidang pengkajian dan penerapan teknologi dalam  peningkatan kemampuan inovasi yang berdampak pada penguatan ekonomi Indonesia, pungkasnya.

 

Sementara itu Kepala Pusbindiklat BPPT Aton Yulianto dalam laporannya menyampaikan tujuan pelatihan Jabatan Fungsional Perekayasa adalah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Perekayasa.

 

Adapun pelatihan jabatan Fungsional Perekayasa angkatan IV ini ungkap Aton telah menggunakan pendekatan online learning melalui aplikasi BELS (BPPT e-learning system) yang berisi pembekalan materi, video conference, forum diskusi dan  pemberian tugas mandiri serta proses pemantauan dan evaluasi terhadap peserta dilakukan sepanjang pelatihan berlangsung.

 

Seluruh komponen yang terlibat dalam pelatihan (fasilitator dan penyelenggara) akan memberikan penilaian. Komponen penilaian terdiri atas pretest, posttest, kehadiran, keaktifan, sikap dan perilaku, serta tugas mandiri, jelasnya.

 

Sebagai informasi, pelatihan ini dilaksanakan mulai 12 s.d 19 Juli 2021 dan diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari Kementerian PUPR 12 orang, Kementerian ESDM 2 orang dan LAPAN 26 orang. Enam materi pelatihan disampaikan oleh pengajar yang berkompeten yang akan dilaksanakan dalam 32 JP selama 6 (enam) hari terhitung sejak tanggal 12 sampai dengan 19 Juli 2021 dengan pendekatan andragogi sehingga peserta  dapat berpartisipasi secara aktif guna membangun komunikasi dua arah yang kondusif selama proses belajar mengajar berlangsung.

 

Selain itu, aturan-aturan yang menjadi dasar pelaksanaan pelatihan jabatan fungsional Perekayasa antara lain Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Iptek, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 13 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembinaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. (Humas BPPT)